Perilaku Orang Tua Saat Hamil Pengaruhi Berat Badan Anak Kelak

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 12 Jul 2018 12:26 WIB
kehamilan
Perilaku Orang Tua Saat Hamil Pengaruhi Berat Badan Anak Kelak
Sebuah studi menemukan bahwa anak cenderung memiliki berat badan seimbang jika orang tua, baik ayah atau ibu, berperilaku baik selama masa kehamilan. (Foto: Freestocks.org/Unsplash.com)

Jakarta: Banyak hal yang perlu diperhatikan dalam kehamilan, termasuk suasana hati dan perilaku. Sebuah studi menemukan bahwa anak cenderung memiliki berat badan seimbang jika orang tua, baik ayah atau ibu, berperilaku baik selama masa kehamilan.

Studi yang dipublikasi dalam International Journal of Obesity tersebut menemukan bahwa perilaku negatif, atau kurang rasa percaya diri untuk melakukan perubahan gaya hidup, dapat berhubungan dengan kenaikan berat badan tak seimbang pada anak pada masa remaja.

"Kita melihat bahwa kurangnya rasa percaya diri untuk menjadi orang tua dalam mencoba melakukan pola hidup sehat seperti mekanisme sehat atau berhenti merokok, berkontribusi pada kegemukan anak pada usia 15 tahun," ujar pemimpin studi Jean Golding dari University of Bristol, Inggris. 

Studi tersebut menganalisis respons dari 7.000 orang tua tentang kepribadian, suasana hati, dan perilaku selama kehamilan. Jawaban dan berat badan dari anak-anak mereka pada usia 8 hingga 17 tahun juga diperhatikan.  

(Baca juga: Pentingnya Konsumsi Asam Folat Saat Merencanakan Kehamilan)


("Kita melihat bahwa kurangnya rasa percaya diri untuk menjadi orang tua dalam mencoba melakukan pola hidup sehat seperti mekanisme sehat atau berhenti merokok, berkontribusi pada kegemukan anak pada usia 15 tahun," ujar pemimpin studi Jean Golding dari University of Bristol, Inggris. Foto: Heather Mount/Unsplash.com)

Hasilnya, latar belakang psikologis ibu selama kenaikan merupakan salah satu faktor kenaikan Berta badan saat remaja. 

Studi tersebut memeriksa sifat kepribadian dengan menggunakan Locus of Control, ukuran psikologis dari sebuah perilaku terhadap gaya hidup dan keyakinan untuk mempunyai mengubah sesuatu seperti kesehatan melakukan aksi yang dilakukan. 

Seseorang dengan Locus of Control eksternal akan merasa bahwa tidak ada gunanya melakukan upaya karena apa yang terjadi pada mereka adalah karena keberuntungan dan keadaan.

Para peneliti menemukan bahwa remaja pada usia 15 tahun memiliki kelebihan berat lemak  hingga 1,7 kg jika ibu mereka tidak berpikir tindakan mereka akan membuat perbedaan dan memiliki sikap membebaskan anaknya melakukan apapun. 

Jika ayah mereka memiliki sikap ini, kelebihan berat lemak adalah 1,49 kg dan jika anak itu kemudian berpikir dengan cara ini, kelebihannya adalah 1,5 kg.

"Ini adalah penelitian penting bagi para juru kampanye kesehatan yang ingin mengubah perilaku dan langkah selanjutnya harus melihat perbedaan antara orang tua yang berhasil mengubah Locus of Control mereka dibandingkan dengan mereka yang tidak berubah," tambah Golding.





(TIN)