Ini yang Perlu Diperhatikan Penderita Diabetes Selama Berpuasa

Farhan Dwitama    •    Kamis, 01 Jun 2017 10:40 WIB
diabetes
Ini yang Perlu Diperhatikan Penderita Diabetes Selama Berpuasa
(Foto: Medicalnewstoday)

Metrotvnews.com, Tangerang: Diabetes memang tak dapat disembuhkan, tetapi dapat dikontrol agar gula darah tidak terlalu tinggi atau justru sangat rendah. Begitu juga saat berpuasa. Bagaimana caranya agar gula darah tetap stabil selama berpuasa.

Dr Johanes Purwoto SpPD KEMD, dokter dari Rumah Sakit Siloam Lippo Vilage, Karawaci, Tangerang menyarankan kepada diabetisi untuk sering melakukan pemeriksaan gula darah, khususnya pada saat kondisi badan terasa lemas, mual, atau mengalami demam.

"Banyak beranggapan periksa darah ini membatalkan puasa, tapi berdasarkan sumber dari para ulama, periksa darah yang sampelnya diambil dari jari ini tidak apa-apa. Tidak membatalkan puasa," ucap Johanes, pada diskusi bertema Menjaga Gula Darah Selama Puasa bagi Diabetisi di Siloam Hospital Lippo Village, Karawaci, Tangerang.

Jika hasil pemeriksaan gula darah diabetesi menunjukkan angka kurang dari 70 mg/dl, Johanes, menyarankan diabetesi untuk segera membatalkan puasanya.

"Kalau hasil pemeriksaan darah menunjukkan 90mg/dl juga tanda bahaya, diabetisi sebaikanya, juga tidak memaksakan diri untuk melanjutkan puasa. Tapi kalau sudah 70mg/dl sudah harus dibatalkan puasanya," kata dia.

Untuk waktu pemeriksaan gula darah bagi diabetisi, sebaiknya dilakukan jika badan mulai terasa tidak enak atau lemas, menjelang salat duhur sekitar pukul 11.00. atau 12.00. dan saat menjelang waktu berbuka sekitar pukul 17.00.

"Pemeriksaan gula darah diabetisi memang dianjurkan lebih sering, disarankan juga memeriksakan gula darah saat menjelang waktu santap sahur," katanya.

Jika dari hasil pemeriksaan gula darah yang bisa dilakukan sendiri itu, mendapati hasil fluktuatif, Johanes menyarankan untuk segera berkonsultasi ke dokter.

Karena dari hasil pemeriksaan gula darah yang fluktuatif, diindikasikan ada pola minum obat diabetesi yang salah.

"Apakah dosis obatnya atau waktu minum obatnya yang salah. Bisa jadi mungkin, pada masuk ramadan dosis obatnya dikurangi, waktu nyuntik atau waktu minum obatnya berubah, atau mungkin ada salah satu obat dikurangi atau di stop selama puasa, ini perlu dikonsultasikan ke dokter," ucap Johanes.


(DEV)