Nyeri Berkepanjangan Tingkatkan Risiko Kematian Dini

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 08 Jun 2017 13:47 WIB
kesehatan
Nyeri Berkepanjangan Tingkatkan Risiko Kematian Dini
Sebuah studi menemukan bahwa orang dewasa paruh baya yang menderita sakit parah terus-menerus, dimana hal tersebut mengganggu produktivitas, memiliki risiko lebih besar untuk meninggal dini. (Foto: Tramadol Manipulation)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah studi menemukan bahwa orang dewasa paruh baya yang menderita sakit parah terus-menerus, dimana hal tersebut mengganggu produktivitas, memiliki risiko lebih besar untuk meninggal dini. 

Nyeri kronis adalah maslah sensoris dan emosional yang berhubungan dengan potensi terjadinya kerusakan jaringan tubuh atau sudah terjadi. 

'

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Arthritis Care & Research tersebut menunjukkan bahwa mereka yang sering bermasalah dengan nyeri memiliki risiko 29 persen lebih tinggi mengalami kematian dini. 

Sementara, mereka yang melaporkan sering merasakan nyeri sedang dan nyeri ekstrem berisiko 38 persen dan 88 persen mengalami risiko serupa. 

(Baca juga: Terapi Radiofrekuensi untuk Hilangkan Rasa Nyeri)

"Studi kami memberi pandangan baru bahwa tak hanya nyeri itu sendiri yang dapat menyebabkan kematian, namun jumlah gangguan yang dialami dalam keseharian yang sifatnya jangka panjang," tukas Ross Wilkie dari Keele University, Inggris. 

Studi tersebut melibatkan 6.324 partisipan dari English Longitudinal Study of Ageing dan 10.985 partisipan dari North Staffordshire Osteoarthritis Project dengan rata-rata usia 50 tahun. 

Hasilnya, mereka yang menderita nyeri kronik cenderung memiliki kapasitas konsentrasi yang semakin berkurang, ingatan yang buruk, dan berisiko terkena demensia. 

Dibutuhkan studi lanjutan untuk melihat bagaimana mekanisme dari nyeri yang dapat meningkatkan risiko kematian.








(TIN)