Paparan Ozon Picu Gangguan Kardiovaskular

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 19 Jul 2017 12:59 WIB
kesehatan
Paparan Ozon Picu Gangguan Kardiovaskular
(Foto: THS)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah studi menemukan bahwa paparan ozon dapat menyebabkan berbagai penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung, tekanan darah tinggi, dan stroke.

Ozon adalah polutan yang terbentuk karena adanya reaksi kimia sat sinar matahari berinteaksi dengan nitrogen oksida dan senyawa organik lainnya yang dihasilkan oleh pembakaran batubara, knalpot kendaraan dan beberapa sumber alami.

Polutan tersebut telah lama diketahui memberi efek pada anak-anak dan orang dewasa.

"Kita tahu bahwa ozon dapat merusak sistem penapasan, mengurangi fungsi paru, dan menyebabkan serangan asma. Kami sedang memelajari bagaimana efek ozon pada aspek kesehatan lain, terutama sistem kardiovaskular," ujar pemimpin studi Junfeng Zhang dari Duke and Duke Kunshan University.

Zhang bersama tim memelajari 89 orang dewasa sehat yang tinggal di Changsha City, Tiongkok, selama satu tahun. Mereka mengawasi tingkat ozon dan polutan lain di dalam maupun luar ruangan.

Dalam empat interval, tim mengambil sampel darah dan urine para partisipan dan melakukan sebuah tes pernapasan bernama spirometri untuk memeriksa berbagai faktor yang berkontribusi pada penyakit kardiobaskular dan pernapasan.

Para peneliti melihat adanya aktivasi platelet darah, yang merupakan faktor risiko pembekuan darah, dan peningkatan tekanan darah.Hal tersebut mengindikasikan adanya pengaruh ozon pada kesehatan kardiovaskular. Padahal, paparan ozon yang ditemukan lebih rendah bila dibandingkan dengan paparan yang memengaruhi kesehatan pernapasan dan Lebih rendah dibandingkan standar kualitas udara

"Studi tersebut menunjukkan bahwa standar paparan ozon yang aman turut memengaruhi efek pada risiko penyakit kardiovaskular," tukas Zhang.

Studi yang dipubliksikan dalam jurnal JAMA Internal Medicine tersebut diteliti oleh sebuah tim dari berbagai universitas seperti  Duke University, Tsinghua University, Duke Kunshan University dan Peking University.





(DEV)