Penelitian: Pria Tinggi dan Obesitas Lebih Berisiko Terkena Kanker Prostat

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 14 Jul 2017 12:06 WIB
kanker prostat
Penelitian: Pria Tinggi dan Obesitas Lebih Berisiko Terkena Kanker Prostat
Pemimpin studi Aurora Perez-Cornago mengungkapkan, penemuan dimana pria lebih tinggi lebih berisiko kemungkinan disebabkan oleh mekanisme perkembangan kanker prostat. (Foto: Pinterest/Instagram)

Metrotvnews.com, Jakarta: Penelitian yang dipimpin oleh University of Oxford di Inggris tersebut menemukan bahwa meskipun tinggi badan tidak berpengaruh pada risiko kanker prostat secara keseluruhan, risiko terkena dan meninggal akibat kanker prostat tingkat tinggi, meningkat sebesar 21 persen dan 17 persen untuk tambahan tinggi badan sebanyak 10 cm. 

Indeks massa tubuh (BMI) yang lebih besar juga dapat meningkatkan risiko tumor prostat dan kematian karena penyakit tersebut. 

Lingkar pinggang, yang dinilai lebih akurat dalam pengukuran obsitas dibandingkan BMI pada lanjut usia (lansia), dapat meningkatkan risiko kanker prostat tingkat tinggi sebanyak 18 persen. 



Sementara, untuk setiap 10 cm pertambahan lingkar perut, risiko munculnya penyakit tersebut meningkat menjadi 13 persen. 

(Baca juga: 6 Makanan Pencegah Kanker Prostat)

Pemimpin studi Aurora Perez-Cornago mengungkapkan, penemuan dimana pria lebih tinggi lebih berisiko kemungkinan disebabkan oleh mekanisme perkembangan kanker prostat yang berhubungan dengan pertumbuhan dan pemberian nutrisi lebih cepat. 

"Data kami mengilustrasikan hubungan kompleks dari timbunan lemak dalam tubuh dan kanker prostat, yang bervariasi berdasarkan agresivitas penyakit," tukas Perez-Cornago.

Para peneliti menggunakan data dari European Prospective Investigation into Cancer and Nutrition (EPIC), sebuah kelompok prospektif Eropa yang melibatkan 141.896 pria dari delapan negara yaitu Denmark, Italia, Belanda, Spanyol, Swedia, Inggris, Jerman, dan Yunani. 

Data tersebut menemukan terdapat 7.024 orang terkena kanker prostat, 726 orang pada tingkat tinggi, 1.388 orang tingkat sedang, dan 934 kematian karena kanker tersebut. 

Para peneliti menemukan bahwa lansia berusia rata-rata yang kegemukan dan obesitas memiliki sensitivitas lebih sedikit dibandingkan partisipan yang lebih muda. Penemuan ini membuat obesitas disepelekan 

Namun, lingkar pinggang terlihat berpengaruh karena menunjukkan adanya risiko lebih besar terhadap kematian dan tingkat yang lebih tinggi pada kanker prostat.









(TIN)