Lima Mahasiswa Ini Cetuskan Program Cerdas Pembasmi Malaria

   •    Jumat, 26 May 2017 19:55 WIB
malaria
Lima Mahasiswa Ini Cetuskan Program Cerdas Pembasmi Malaria
Lima mahasiswa Universitas Lampung mencari solusi yang tepat dengan menciptakan sebuah program cerdas sebagai solusi optimalisasi untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan pemberantasan malaria. (Foto: Dok. Yogi Maryadi)

Metrotvnews.com, Jakarta: Apa yang Anda pikirkan bila mendengar kata malaria? Malaria merupakan penyakit yang menyebar melalui gigitan nyamuk yang sudah terinfeksi parasit.

Hingga kini, malaria masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang dapat menyebabkan kematian terutama pada kelompok risiko tinggi, seperti bayi, anak balita, maupun ibu hamil. 

Malaria jarang sekali menular secara langung dari satu orang ke orang lainnya. Tetapi Anda harus berhati-hati karena penyakit ini bisa menular jika terjadi kontak langsung dengan darah penderita. Bayi di dalam kandungan pun juga bisa terinfeksi malaria karena tertular dari darah sang ibu.



Indonesia bersama negara-negara lain di seluruh dunia bergabung dalam sebuah kerjasama global yang dinamai Millenium Development Goals (MDGs) untuk memberantas sejumlah penyakit, salah satunya malaria.

Angka kejadian malaria pada suatu wilayah ditentukan dengan Annual Parasite Incidence (API) per tahun. API sendiri merupakan jumlah kasus positif malaria per 1.000 penduduk setiap tahunnya.

Program dunia ini mengalami penurunan sejak 2011 hingga 2015. Pada tahun 2011, terdapat 1.75 kasus malaria per 1.000 penduduk, sedangkan pada tahun 2015, angka menurun menjadi 0.85 kasus malaria per 1.000 penduduk.

Meskipun telah mengalami penurunan yang cukup pesat, negara kita masih dibilang belum bisa bebas dari malaria, terutama di wilayah-wilayah seperti Papua, NTT, Maluku, Lampung, dan Bengkulu yang merupakan penyumbang terbanyak kasus malaria di Indonesia.

Ada banyak upaya pencegahan maupun penyembuhan lainnya yang sudah dicoba untuk mengurangi angka kejadian malaria. Hanya saja, upaya tersebut masih dinilai kurang efektif karena pelaksanaannya yang tidak sistematis dan konsisten. 



Ditambah lagi dengan kebersihan lingkungan yang buruk, kurangnya penggunaan kelambu saat tidur dan pemberantasan jentik nyamuk serta meningkatnya kecenderungan masyarakat yang merasa bosan terhadap metode pencegahan yang terlalu monoton. Sehingga semangat masyarakat menjadi semakin berkurang.

Oleh karena itu, lima mahasiswa Universitas Lampung mencari solusi yang tepat dengan menciptakan sebuah program cerdas sebagai solusi optimalisasi untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan pemberantasan malaria yang kini masih menjadi masalah kesehatan khususnya di Indonesia.

Angga Hendro Priyono, Muhammad Yogi Maryadi, Achmad Agus Purwanto, Rizky Arif Prasetyo, dan Isma Fadlilatus Sa'diyah di bawah bimbingan Dr. Dyah Wulan SRW, SKM., M.Kes, merupakan lima mahasiswa yang mencetuskan Program "BOM PASSION” (Bank for Malaria Eradication: Program Cerdas Berbasis 5 Tingkat Pencegahan) sebagai Solusi Optimalisasi Pemberdayaan Masyarakat dalam Eradikasi Malaria.

Program ini terdiri dari pembentukan Agen Bank for Malaria Eradication (BOM), pelatihan, simulasi, sharing, dan evaluasi seputar penyakit malaria sebagai media pembelajaran dan praktik yang efektif bagi masyarakat yang tergabung dalam anggota serta penjalanan program BOM dengan menerapkan prinsip 5 Level Prevention antara lain:

(Baca juga: Hari Malaria Sedunia, Akhiri Malaria untuk Selamanya)

1. Health Promotion (Peningkatan Kesehatan)

2. General and Specific Protection (Perlindungan Khusus)

3. Early Diagnosis and Prompt Treatment (Deteksi Dini)

4. Disability Limitation (Pengobatan dan Tindakan)

5. Rehabilitation (Pemulihan)



Dalam pelaksanaannya, juga dilakukan pelatihan dan pendalaman program deposit bank sampah, pemakaian dan penggunaan kelambu, budidaya ikan nila, dan pelatihan skill pembuatan sediaan apusan darah tepi.

"Kami mengundang seluruh masyarakat untuk mengikuti pengenalan dan pendekatan materi mengenai malaria. Selanjutnya kami memilih tiga puluh dari seluruh masyarakat yang mampu dan berkenan menjadi Anggota BOM, termasuk di dalamnya warga yang direkomendasikan kepala desa," Jelas Angga Hendro Proyono selaku Ketua Tim PKM Universitas Lampung.

"Dalam kegiatan ini, kami bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran sebagai instansi yang menaungi kesehatan di Kabupaten Pesawaran," tambah Angga.

Di samping itu, Fathonah selaku Ibu Kepala Desa Sukajaya Lempasing, memberikan apresiasinya dengan adanya inovasi program baru ini.

"Program BOM dari mahasiswa ini sangat positif sekali ya, apalagi desa kami kasus malarianya masih tinggi. Kami diajarkan cara membuat dan mengelola program bank sampah, terus pelatihan pembuatan apusan darah, ada lagi pembudidayaan ikan, penggunaan kelambu, dan lainnya. Jadi dengan program yang diberikan adik-adik ini kami jadi bisa membuat penanganan awal untuk kasus malaria tentunya," ungkap Fathonah.

Selain itu diharapkan dari program ini segera terbentuk kader masyarakat yang mampu
melakukan pemberantasan malaria, menurunkan angka kejadian malaria, dan bisa menjadi inspirasi wilayah dengan endemis malaria lainnya untuk manjalankan program BOM Passion demi terciptanya derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik.








(TIN)