3 Cara Mencegah Polusi Masuk ke Dalam Tubuh

Sri Yanti Nainggolan    •    Selasa, 25 Jul 2017 18:38 WIB
tips kesehatan
3 Cara Mencegah Polusi Masuk ke Dalam Tubuh
(Foto: The Guardian)

Metrotvnews.com, Jakarta: Paparan polusi agaknya sulit dihindari mereka yang beraktivitas sehari-hari dengan kendaraan umum. Namun, bukan berarti Anda tak bisa meminimalisir kotoran yang masuk ke dalam sistem pernapasan.

Ahli paru  Dr dr Agus Dwi Susanto, Sp.P(K), FAPSR dari Rumah Sakit Persahabatan Jakarta menjelaskan ada tiga cara melakukan pencegahan masuknya polusi ke dalam tubuh yaitu secara primer, sekunder, dan tersier.

"Pertama, secara primer, agar tidak tersensitisasi dan menjadi sakit, seperti menggunakan masker," ujarnya dalam peluncuran NexcareTM Carbon Mask, Selasa 25 Juli 2017.

Selain itu, ada baiknya keluar saat tingkat polusi ada di titik rendah. Misalnya, tingkat polusi udara tertinggi di Jakarta terjadi pada siang dan sore hari. Oleh karena itu, ada baiknya pergi dan pulang kantor pada pagi dan malam hari.

Kemudian, biasakan untuk menghirup udara segar secara rutin, misalnya satu minggu sekali. Hal tersebut bisa dilakukan dengan cara berjalan-jalan di taman atau ruang hijau pada akhir pekan untuk mendapatkan udara yang bebas dari polusi udara.

Pola makan sehat dan rajin olahraga juga termasuk dalam pencegahan primer yang membantu menghalangi datangnya penyakit akibat masuknya polusi ke dalam tubuh.

Kedua, pencegahan sekunder dapat dilakukan melalui deteksi dini dengan menemui tenaga profesional saat tubuh mulai merasa tak nyaman.

"Tak bisa dipungkiri bahwa kita pasti terkena polusi. Oleh karena itu, ketika merasakan ada perubahan pada tubuh seperti perasaan tak nyaman, segera pergi ke dokter. Deteksi dini dapat membantu pengobatan atau terapi," terangnya.

Terakhir, pencegahan tersier dilakukan oleh mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu. Meminimalisisr paparan polusi penting agar tidak membuat kesehatan semakin memburuk.

"Mereka yang sudah punya penyakit tertentu, biasanya melakukan pencegahan khusus dan lebih waspada pada gangguan polusi seperti melakukan pengobatan rutin dan sesedikit mungkin terkena paparan," tutupnya.




(DEV)