Langkah Mudah Kenali Gejala Stroke

   •    Kamis, 02 Feb 2017 15:14 WIB
stroke
Langkah Mudah Kenali Gejala Stroke
(Foto: Web MD)

Metrotvnews.com, Jakarta: Stroke dipandang sebagai penyakit berbahaya oleh masyarakat sebab serangannya kerap menimbulkan kecacatan, bahkan kematian. Sejatinya, kefatalan akibat penyakit yang menyerang sel-sel otak itu dapat dicegah. Kuncinya, penanganan cepat dan tepat di rumah sakit.

"Karenanya, ketika muncul gejala, segera ke rumah sakit yang memiliki fasilitas penanganan stroke," ujar Dokter Brandon Haskel, Medical Executive Kalbe Farma, pada diskusi tentang perkembangan penyakit saraf. Ia mengingatkan, dalam penanganan stroke ada prinsip time is brain, waktu adalah otak. Maksudnya, semakin cepat pertolongan diberikan, semakin banyak sel-sel otak yang dapat diselamatkan dari kerusakan.

"Golden periode atau jangka waktu terbaik penanganan stroke ialah 3-6 jam setelah gejala muncul. Jika ditangani dengan tepat pada golden periode, kecacatan dan kematian bisa dihindari," imbuhnya. Jadi, lanjut Brandon, masyarakat perlu mewaspadai gejala stroke dan tidak menunda-nunda ke rumah sakit ketika tiba-tiba gejala itu muncul. "Ada mitos kalau kena stroke segera tusuk ujung jari pakai jarum. Itu salah. Kalau muncul gejala ya harus segera ke rumah sakit.

"Apa saja gejalanya? Brandon menjelaskan, gejala yang mudah dikenali pertama senyum tidak simetris atau wajah menjadi merot. Kedua, tidak mampu mengangkat kedua lengan secara simetris, yakni ketika lengan diangkat, salah satunya tetap terkulai.

Selain pada lengan, gejala itu bisa juga terjadi pada kaki. Gejala lainnya tiba-tiba sulit bicara atau bicara dengan pelo.

Kalau secara internasional ada istilah 'FAST'. F untuk face atau senyum asimeetris. A untuk arms atau tidak dapat mengangkat kedua lengan bersamaan, S ntuk speech atau sulit bicara, dan T untuk time yang segera cari pertolongan ke rumah sakit, jangan mengulur-ulur waktu.

Neuroprotektor

Pada kesempatan itu, Brandon juga menjelaskan manfaat penggunaan neuroprotektor dalam penanganan stroke. Neuroprotektor adalah zat yang mampu melindungi sel-sel otak di area penumbra dari kerusakan ketika terjadi serangan stroke. Area penumbra ialah area di sekitar titik serangan stroke.

"Jadi, ketika stroke terjadi pada satu titik, sel-sel pada titik tersebut akan rusak. Sel-sel di sekitarnya atau disebut area penumbra, lama-kelamaan juga akan ikut rusak. Nah,

neuroprotektor ini berperan melindungi sel-sel di area penumbra tersebut," papar Brandon. Menurutnya, salah satu zat neuroprotektor itu ialah citicoline. Zat tersebut bekerja sebagai sumber choline yang diperlukan untuk membentuk asetilkolin dan membran neuron fosfolipid atau lapisan pelindung sel saraf.

"Pemberian citicoline termasuk suplementasi atau pelengkap dalam terapi penanganan stroke. Fungsinya mengurangi cedera iskemik (kematian sel karena kekurangan oksigen) pada susunan saraf pusat (otak) dengan mempertahankan membran fosfolipid," terang Brandon.

Meski tergolong suplemen, lanjutnya, penggunaan citicoline perlu dikonsultasikan dengan dokter. Brandon menambahkan, topik tentang neuroprotektor akan menjadi salah satu pembahasan dalam seminar kedokteran Grand Kalbe Academia-Indonesian Neurologist Forum (GKA-Inef) yang akan digelar pada 4-5 Februari ini di Jakarta. Kegiatan yang ditujukan bagi para dokter itu juga akan membahas beragam topik lain terkait dengan penyakit-penyakit saraf. (Media Indonesia)


(DEV)