Waspada Pneumonia, Hitung Napas Anak Saat Batuk

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 18 Nov 2016 12:11 WIB
kesehatan anak
Waspada Pneumonia, Hitung Napas Anak Saat Batuk
Pada anak usia 2 hingga 12 bulan, napas cepat bila terhitung lebih dari 50 kali per menit dan untuk usia 1-5 tahun bila lebih dari 40 kali per menit. (Foto: Parents)

Metrotvnews.com, Jakarta: Memeringati Hari Pneumonia Sedunia yang jatuh setiap tanggal 12 November, tahun ini tema yang diambil berfokus pada hitungan napas anak saat terbatuk.

Pneumonia adalah infeksi akut yang mengenai jaringan paru-paru. Salah satu gejala awal dari penyakit ini adalah batuk-batuk pada anak disertai napas yang cepat.

Tahun 2015, pneumonia menyumbang 15 persen kematian anak di bawah 5 tahun (balita) dengan angka sebesar 920.136 jiwa atau lebih dari 2.500 per hari di seluruh dunia.

(Baca juga: Periksa Gigi Rutin Kurangi Risiko Pneumonia)

Oleh karena itu, tahun ini tema yang diambil adalah Selamatkan Anak Bangsa dari Pneumonia melalui Gerakan Hitung Napas Balita. Hitung napas pada balita batuk menjadi standar tatalaksana pneumonia.

"Dengan menghitung napas anak yang menderita batuk, kita dapat mendeteksi secara dini kasus pneumonia kecepatan bernapas," tukas Prof. dr. Cissy B. Kartasasmita SpA (K) dokter spesilias respirasi  anak dari FK Unpad/RS Hasan Sadikin Bandung, dalam forum diskusi “Bakteri Penyebab Pneumonia Ada di Sekitar Kita", Kamis (17/11/2016).

Ada batasan jumlah tarikan napas anak sebagai acuan, yang lebih biasa diingat dengan 40 50 60. Untuk anak berusia dibawah dua bulan, hitungan napas dikategorikan cepat bila lebih dari 60 kali per menit. 

Pada anak usia 2 hingga 12 bulan, napas cepat bila terhitung lebih dari 50 kali per menit dan untuk usia 1-5 tahun bila lebih dari 40 kali per menit.

"Ulang hingga tiga kali untuk memastikan. Bila masih sama, segera bawa ke dokter untuk penanganan selanjutnya," tambahnya.

Saat menghitung, sebaiknya anak dalam keadaan tenang atau terlelap sehingga pernapasan dalam posisi normal. 






(TIN)