Sehatkah Sarapan Berulang?

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 23 Nov 2016 09:00 WIB
kesehatan
Sehatkah Sarapan Berulang?
Prof. Hardinsyah juga menegaskan bahwa sarapan yang beragam adalah hal yang penting dimana satu kandungan saja tidak membuat kebutuhan gizi terlengkapi. (Foto: Metrotvnews.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sarapan adalah salah satu aktivitas pagi yang memiliki banyak manfaat. Namun bagaimana jika dilakukan berulang kali?

Sarapan berulang dilakukan karena beberapa alasan, seperti kegiatan sosial atau mengisi waktu kosong. Contohnya, saat berada di rumah seseorang melakukan sarapan bersama. 

Kemudian, dalam perjalanan yang lama, beberapa jenis makanan dimasukkan ke mulut agar tak bosan. Ketika tiba di kantor, saat bercengkerama dengan rekan, kembali makanan akan dikunyah.

(Baca juga: Kuantitas Sarapan Anak Indonesia Memprihatinkan)

Lalu, apakah hal itu baik bagi tubuh?

"Tak masalah berapa kali sarapan, asalkan beragam dan memenuhi 15-30 persen kebutuhan gizi dalam sehari," jawab Prof. Hardinsyah selaku Ketua Umum PERGIZI PANGAN Indonesia dalam konfrensi media 'Wholesome and Balanced Breakfast for Productive On-the-Go Lifestyle', Selasa (22/11/2016).

Ia menambahkan, kegiatan berulang tak masalah dilakukan agar seseorang tetap bisa semangat beraktivitas dan makanan yang masuk tetap sesuai dengan anjuran, yaitu 300-600 kkal per hari.

Prof. Hardinsyah juga menegaskan bahwa sarapan yang beragam adalah hal yang penting dimana satu kandungan saja tidak membuat kebutuhan gizi terlengkapi.

"Misalnya kita makan biskuit, tentunya perlu minum juga agar bisa dicerna dengan lebih baik. Selain itu, juga jangan biasakan konsumsi makanan yang hanya satu kandungan, biasanya karbohidrat saja. Contohnya, makan nasi dengan mie," tukasnya. 







(TIN)