Kontrol Kolesterol, Cegah Serangan Jantung dan Stroke

Media Indonesia    •    Rabu, 09 Nov 2016 12:58 WIB
tips kesehatan
Kontrol Kolesterol, Cegah Serangan Jantung dan Stroke
(Foto: Health Institute)

Metrotvnews.com, Jakarta: Serangan jantung dan stroke menduduki dua peringkat teratas penyebab kematian di dunia. Di Indonesia, Riset Kesehatan Dasar Indonesia 2013, stroke dan penyakit jantung juga menduduki peringkat teratas penyebab kematian di Indonesia. Mencegah kadar kolesterol tinggi merupakan salah satu upaya penting untuk menangkal kedua penyakit mematikan itu.

"Serangan jantung dan stroke penyebabnya sama, yakni gangguan pembuluh darah aterosklerosis yang salah satu penyebabnya ialah kolesterol jahat atau LDL," ujar dokter spesialis penyakit jantung dan pembuluh darah dari Klikdokter.com, Vito A Damay, pada peluncuran gerakan Indonesia Tangkal Kolesterol yang diselenggarakan Kalbe Nutritionals melalui produk Nutrive Benecol, di Jakarta, Minggu (30/10).

Ia menjelaskan LDL merupakan salah satu komponen pembentuk plak. Plak yang terbentuk dan menumpuk pada dinding pembuluh darah membuat pembuluh darah menyempit dan kaku atau disebut aterosklerosis. Ketika plak tersebut pecah, akan terbentuk gumpalan darah yang bisa memicu sumbatan. Jika sumbatan itu terjadi pada pembuluh darah otak, terjadilah stroke. Jika terjadi pada pembuluh darah jantung, terjadilah serangan jantung.

Karena itu, lanjut Vito, menjaga kadar kolesterol dalam kisaran normal sangatlah penting. Seseorang dianjurkan memiliki tingkat kolesterol jahat (LDL) di bawah 40 mg/dL. Adapun kadar kolesterol baik (HDL) yang berfungsi mencegah terbentuknya plak dianjurkan di atas 60 mg/dL.

Vito menjelaskan, selain karena faktor genetik, penyebab LDL tinggi ialah konsumsi makan yang kurang sehat secara berlebihan. Contoh makanan dengan LDL tinggi, yaitu kuning telur (1.234 mg kolesterol/100 gr), telur ikan (588 mg kolesterol/100 gr), hati (564 mg kolesterol/100 gr), mentega (215 mg kolesterol/100 gr), dan udang (588 mg kolesterol/100 gr).

Masyarakat Indonesia umumnya berasumsi bahwa gejala kolesterol tinggi bisa dikenali lewat tanda seperti pusing pada bagian belakang kepala, pegal pada tengkuk dan pundak, serta nyeri pada dada bagian kiri seperti tertusuk. Namun, umumnya kadar kolesterol jahat yang tinggi terjadi tanpa gejala spesifik.

"Makanya, dianjurkan bagi kita untuk memeriksakan kadar kolesterol secara teratur agar bisa diketahui berapa kadarnya," imbuh Vito.

Pada kesempatan sama, Olavi Erkinjuntti selaku Global Director Benecol Licensing Business menjelaskan manfaat plant stanol ester, bahan

aktif dalam Nutrive Benecol. Plant stanol ester merupakan bahan alami yang diekstrak dari pohon pinus. Bahan tersebut telah melalui lebih dari 70 uji klinis dan terbukti mampu menurunkan kadar kolesterol rata-rata sebesar 10% dalam 2-3 minggu dan menjaganya tetap rendah jika digunakan secara teratur. "Kami menyebutnya cara enak menurunkan kolesterol sebab bahan tersebut bisa didapat melalui minuman ini.

"Ia menambahkan, plant stanol ester telah mendapatkan pengakuan sebagai produk kesehatan yang aman dari Food and Drug Administration (FDA) Amerika dan European Union Commission. "Plant stanol ester juga direkomendasikan dalam beberapa panduan pencegahan gangguan kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah) internasional."

Ubah gaya hidup

Managing Director Kalbe Nutritionals Ongkie Tedjasurja mengungkapkan pihaknya menginisiasi gerakan Indonesia Tangkal Kolesterol untuk membantu mengubah gaya hidup masyarakat agar lebih sehat guna mencegah penyakit jantung dan stroke.

Kegiatan itu digelar di 24 kota di Indonesia. Di Jakarta kegiatan tersebut diselenggarakan di kawasan Ancol. Ratusan masyarakat yang hadir berkesempatan mendapat layanan gratis pemeriksaan kadar kolesterol dan pengecekan risiko jantung koroner, fun walk, talk show kesehatan, demo masak sehat, dan senam bersama.

"Gaya hidup sehat perlu digalakkan di masyarakat. Menjaga pola makan serta olahraga teratur mutlak diperlukan untuk menangkal serangan jantung dan stroke," ujar Ketua 1 Yayasan Jantung Indonesia, Prof Budhi Setianto, yang juga hadir pada kegiatan itu.

 


(DEV)