Jet Lag Berulang Tingkatkan Risiko Kanker Hati

Sri Yanti Nainggolan    •    Selasa, 29 Nov 2016 15:15 WIB
studi kesehatan
Jet Lag Berulang Tingkatkan Risiko Kanker Hati
(Foto: News247)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah penelitian menemukan bahwa jet lag berulang dapat meningkatkan risiko gangguan pada organ hati, yang berhubungan dengan obesitas dan risiko kanker hati.

"Kanker hati semakin meningkat di seluruh dunia. Dalam studi manusia, kita sudah melihat bahwa banyak pasien yang mengalami perkembangan dari penyakit perlemakan hati menjadi kanker hati tanpa melalui tahap sirosis," ujar peminpin stusi David Moore, professor di Baylor College of Medicine, Amerika Serikat.

Studi tersebut menemukan bahwa tikus yang mengalami jet lag secara kronis mengalami perkembangan kanker hari dengan cara yang hampir serupa dengan manusia obesitas.

"Ketika kita secara konstan berwisata pada zona waktu yang berbeda, kerja shift malam, atau memaksa diri untuk tetap terjaga pada jam tidur normal, maka jam sirkadian pusat di otak akan terganggu secara kronis juga," terang para peneliti.

Hal tersebut, menurut Moore, tentu mengejutkan karena jet lag kronis ternyata mampu menginduksi kanker hati.

Dalam studi tersebut, para peneliti mengubah waktu nyala lampu di malam hari setiap pekan untuk menganalisis efek dari jet lag kronis pada tikus normal yang diberi makan makanan bergizi.

Mereka menemukan, para tikus bertambah berat badan dan menjadi gemuk, terkena penyakit lemak hati, yang mempercepat radang kronis dan pada akhirnya berakhir pada kanker hati.

Tikus yang mengalami jet lag kehilangan kontrol metabolisme hati yang normal. Tak hanya menimbun lemak, jet lag kronis juga meningkatkan produksi asam empedu yang membantu mencerna makanan, yang berhubungan dengan kanker hati.

Selanjutnya, tikus yang mengalami jet lag juga kekurangan reseptor yang disebut FXR dan CAR yang membantu mengatur metabolisme asam empedu di hati dimana sistem kerjanya hampir sama dengan manusia. Meskipun belum dilakukan penelitian langsung pada manusia yang mengalami jet lag.

Namun, bukti tersebut menunjukkan bahwa gangguan tidur meningkatkan penyakit yang berhubungan dengan hati pada manusia.

Mereka berhipotesa, perubahan gaya hidup yang menyebabkan jet lag kronis juga dapat mengganggu keseimbangan internal tubuh dan meningkatkan kanker hati pada manusia.

 


(DEV)