Bahaya Penggunaan Gawai Berlebih pada Jari Kelingking

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 03 May 2018 17:48 WIB
kesehatan sendi
Bahaya Penggunaan Gawai Berlebih pada Jari Kelingking
Sebuah provider telekomunikasi Jepang telah merilis beberapa foto di Twitter yang mengindikasi apa yang terjadi pada jari kelingking sebagai penyeimbang berat gawai. (Foto: Bruce Mars/Unsplash.com)

Jakarta: Berbagai studi telah menunjukkan dampak penggunaan gawai secara berlebihan, baik pada kesehatan maupun mental. Salah satunya adalah kerusakan jari kelingking sebagai penopang. 

"Sebuah provider telekomunikasi Jepang telah merilis beberapa foto di Twitter yang mengindikasi apa yang terjadi pada jari kelingking sebagai penyeimbang berat gawai dalam waktu berjam-jam setiap hari," ujar Dr Kaushal Malhan, selaku ahli sendi di Fortis Hospital, Mulund.

Banyak pengguna media sosial yang mengeluh mengalami gangguan pada bagian tersebut dengan mengunggah foto jari mereka. 

Penggunaan gawai, terutama dengan ukuran lebih besar dan layar lebar, mengetik pesan atau membalas surel dapat menyebabkan kerja jempol berlebihan karena pergerakan berulang. 

Dalam jangka pendek, kebiasaan tersebut akan menyebabkan hipermobilitas pada sendi kecil di sekitar jari. Artinya, ligamen jempol lama-kelaman akan mengalami tekanan.

"Dalam jangka panjang, penggunaan jari secara berlebih dapat menyebabkan tekanan karena terus berulang dan berujung pada osteoarthritis, karena tulang rawan sendi mulai menurun."


(Penggunaan gawai, terutama dengan ukuran lebih besar dan layar lebar, mengetik pesan atau membalas surel dapat menyebabkan kerja jempol berlebihan karena pergerakan berulang. Foto: Redd Angelo/Unsplash.com)

(Baca juga: Tips Kurangi Penggunaan Gawai Berlebih)

Gangguan tersebut dapat memicu pembentukan tulang berlebih di sekitar sendi, yang kemudian dapat menyebabkan pembesaran atau deformasi jari.

Untuk menghindari kemungkinan tersebut, Dr Malhan memberikan beberapa tips memegang gawai agar tak menyakiti sendi jari kelingking. 

1. Gunakan tangan yang berbeda pada periode penggunaan tertentu.

2. Gunakan teks untuk pesan pendek. Jika pesan panjang, gunakan suara seperti menelepon langsung.

3. Gunakan fitur geser di mana dalam memilih cukup menggeser, bukan mengetik.

4. Istirahat sejenak ketika mulai merasa lelah mengetik.

5. Letakkan gawai di meja atau gunakan dua jari untuk mengetik.





(TIN)