Ini Tiga Jenis Terapi untuk Atasi Adiksi Gim

Yatin Suleha    •    Senin, 23 Jul 2018 12:51 WIB
psikologiperkembangan anakadiksi gim
Ini Tiga Jenis Terapi untuk Atasi Adiksi Gim
Ada tiga jenis terapi yang digunakan para praktisi psikiatri untuk menangani kasus adiksi gim. (Foto: David Grandmougin/Unsplash.com)

Jakarta: Bagaimana menangani seseorang yang sudah mengalami ketergantungan atau kecanduan bermain gim? Ternyata untuk menanganinya memerlukan tindakan komprehensif.

Seseorang yang mengalami ketergantungan atau kecanduan bermain gim memerlukan psikoterapi bahkan farmakoterapi untuk mengurangi tingkat adiksi dan dampak dialami. 

Ada tiga jenis terapi yang digunakan para praktisi psikiatri untuk menangani kasus adiksi, antara lain:

1) Cognitive Behavior Therapy (CBT)
Orang yang memiliki ketergantungan terhadap sesuatu, dia sudah mempunyai pola pikir tertentu. Untuk itu, CBT digunakan untuk memodifikasi pikiran-pikiran negatif agar dapat disubstitusi dengan pola pikir yang lebih positif.

“Dia kan sudah punya pikiran bahwa dengan main gim saya senang, kalau saya mau senang saya harus gim. Nah, untuk memodifikasi pikirannya, kita ganti menggunakan metode ini”, ujar dr. Kristiana Siste, SpKJ (K) seperti dalam rilis yang diterima Medcom.id dari Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes RI dan Departemen Psikiatri FK UI RSCM.

(Baca juga: Dampak Buruk Kecanduan Gim pada Anak)


(Perlu digali aktivitas nyata yang bisa membuat senang dari seseorang yang adiktif terhadap gim. Foto: Robert Collins/Unsplash.com)

2) Motivational Interview (MI)
Metode ini lebih cocok bagi pasien para remaja dan dewasa muda. Mengingat pengambilan keputusan (otonomi) dalam terapi sepenuhnya ada di tangan pasien.

3) Terapi Perilaku
Metode ini dilakukan dengan cara memodifikasi lingkungan untuk menurunkan motivasi pasien untuk menghambat ketergantungannya. Salah satu contohnya, untuk pasien yang kecanduan gawai dan internet, perlu membuat rule, misalnya menggunakan gawai hanya di area keluarga atau tidak ada wifi di kamar.

“Bermain gim itu untuk senang? Nah, kita alihkan ke berbagai bentuk aktivitas atau kegiatan yang menyenangkan. Perlu digali aktivitas nyata yang bisa membuat senang misalnya camping atau memasak misalnya,” imbuh dr. Siste.

Sementara itu, dr. Eva Suryani, SpKJ menambahkan bahwa pendekatan pengobatan hanya diberikan kepada pasien dengan co-morbid, misalnya misalnya dengan gangguan kecemasankah atau dengan gangguan depresi.

“Selain psikoterapi dengan farmakoterapi dengan obat-obatan tergantung gejala yang dialami,” tutur dr. Eva.

Klinik Adiksi RSCM-FKUI

Saat ini, Dept. Psikiatri Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia bekerjasama dengan RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo telah mendirikan layanan psikiatri yang cukup komprehensif untuk menangani pasien-pasien ketergantungan (adiksi).

Tenaga di dalamnya terdiri dari para psikiater adiksi, psikiater anak dan remaja, ada juga psikiater marital therapy, dan neuropsikiatri.

“Perlu kolaborasi, karena seringkali ada kaitannya antara satu dengan yang lain,” terang dr. Siste

Klinik ini terbuka untuk umum. Pasien yang ingin berkonsultasi atau terapi diharuskan untuk datang secara langsung ke Gedung Poliklinik Jiwa Dewasa lantai 4. Klinik Adiksi membuka layanan setiap Senin-Jumat pukul 08.00-14.00 WIB. “Sejak dibuka Juni 2018 lalu klinik ini telah menangani 10 pasien adiksi”, pungkasnya.




(TIN)