Studi: Terlambat Makan Tingkatkan Risiko Kenaikan Berat Badan

Sri Yanti Nainggolan    •    Selasa, 06 Jun 2017 11:29 WIB
studi kesehatan
Studi: Terlambat Makan Tingkatkan Risiko Kenaikan Berat Badan
Sebuah hasil awal dari penelitian yang sedang berlangsung menemukan bahwa makan malam yang terlambat dapat menimbulkan beberapa masalah kesehatan. (Foto: Golf4good)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah hasil awal dari penelitian yang sedang berlangsung menemukan bahwa makan malam yang terlambat dapat menimbulkan beberapa masalah kesehatan, termasuk kenaikan berat badan dan peningkatan kadar insulin dan kolesterol.

Studi tersebut menyarankan agar makan berat terakhir sebaiknya dilakukan sebelum pukul 7 malam. 

"Kita tahu bahwa kurang tidur dapat memberi efek negatif pada berat badan, termasuk jam makan malam yang terlambat. Namun, studi awal ini memberikan gambaran komprehensif dari makan lebih cepat," tukas pemimpin studi Namni Goel, profesor peneliti Sekolah Kedokteran Perelman di University of Pennsylvania, Amerika Serikat. 



Ia menjelaskan, makan malam yang terlambat dapat memberi efek negatif pada berat badan, energi, dan penanda hormon seperti insulin dan glukosa yang lebih tinggi sehingga memberi dampak pada diabetes, kolesterol, dan trigliserida, yang berhubungan dengan masalah kardiovaskular. 

Studi tersebut bertujuan untuk melihat dampak metabolik dari makan terlambat yang terus-menerus dengan makan di siang hari. Sembilan orang dewasa dihadapkan pada dua kondisi: makan di siang hari (tiga kali makan berat dan dua kali cemilan antara pukul 8 pagi hingga 7 malam) selama delapan minggu.

(Baca juga: Kurang Minum Air Tingkatkan Peluang Obesitas)

Dan jadwal makan yang terlambat (tiga kali makan berat dan dua kali cemilan dari siang hingga pukul 11 malam) delapan minggu setelahnya. 

Terdapat jeda waktu dua minggu untuk berpindah jadwal makan supaya menyakinkan bahwa tak ada efek bawaan dimana jadwal tidur tetap konstan, yaitu pukul 11 malam hingga 9 pagi. 

Hasilnya, ketika para partisipan terbiasa makan terlambat, berat badan mereka bertambah. Pembagian pernapasan juga meningkat selama jadwal makan yang terlambat dimana hal tersebut mengindikasikan bahwa pola makan tersebut menyebabkan metabolisme menjadi lebih lipid dan lebih banyak kandungan karbohidrat. 



Pembagian pernapasan adalah rasio karbondioksida yang dihasilkan oleh tubuh terhadap oksigen yang dikonsumsi oleh tubuh dimana hal tersebut juga menunjukkan jumlah makronutrisi dalam metabolisme. 

Para peneliti juga menemukan bahwa pola makan terlambat juga memberi efek buruk pada beberapa hal seperti insulin, glukosa puasa, kolesterol, dan tingkat trigliserida. Selain itu, jadwal makan yang lebih cepat juga membantu mencegah makan berlebih di sore dan malam hari. 








(TIN)