Tinggal Bersama Tingkatkan Potensi Saling Bertukar Bakteri

Sri Yanti Nainggolan    •    Minggu, 06 Aug 2017 17:45 WIB
kesehatan
Tinggal Bersama Tingkatkan Potensi Saling Bertukar Bakteri
(Foto: Medical Daily)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah penelitian dari  University of Waterloo di Ontario, Kanada menemukan bahwa tinggal bersama pasangan atau orang lain berarti saling bertukar bakteri, dimana hal tersebut menyebabkan mikroba dalam tubuh juga berubah.

Studi yang dipublikasikan dalam MSystems tersebut menemukan bahwa setiap orang yang berada dalam hubungan secara signifikan memengaruhi komunitas mikroba pada kulit pasangan.

Dengan menggunakan data mikroba, sebuah alogaritme komputer mampu mencocokkan pasangan dengan akurasi 86 persen dimana bagian tubuh yang cenderung menjadi inang bakteri untuk berbagi adalah pada bagian kaki.

Meski tak menganalisa kausalitas, para peneliti percaya bahwa hal tersebut disebabkan karena pasangan cenderung berjalan tanpa alas kaki di permukaan lantai yang sama saat di rumah. Oleh karena itu, perpindahan bakteri lebih mudah terjadi.,

"Anda mandi dan berjalan di lantai yang sama dengan bertelanjang kaki, dan proses ini memungkinkan terjadinya pertukarang mikroba yang efektif dengan pasangan, dan dengan rumah itu sendiri," ujar Josh Neufeld, penulis studi dan seorang profesor biologi di University of Waterloo, dalam sebuah pernyataan.

Namun, tak semua daerah kulit akan berbagi mikroba yang sama. Misalnya, umumnya perubahan bakteri menjadi serupa pada bagian paha cenderung dialami teman serumah yang satu jenis kelamin. Kemungkinan hal ini berkaitan dengan fakta bahwa bakteri paha pada wanita dipengaruhi oleh mikrobiom vagina.

Mikrobiom memang unik, namun juga mudah terpengaruh oleh beberapa hal seperti pola makan, lingkungan, bahkan pertemuan secara kebetulan. Oleh karena itu, tak mengherankan bila berbagi tempat tidur dengan orang lain dapat memengaruhi komposisi profil bakteri seseorang.

Penelitian tersebut menganalisa 340 sample kulit dari 10 pasangan heteroseksual yang tinggal bersama dan mengamati pengaruh kohabitasi pada kulit kekasih. Sampel dikumpulkan melalui penyerapan dari 17 lokasi di seluruh tubuh, termasuk pusar, ketiak, dan lubang hidung dengan kain.

Para peneliti menyimpulkan bahwa pasangan memainkan peran berpengaruh dalam membentuk profil mikrobial mereka yang signifikan.


(DEV)