Kebiasaan-kebiasaan yang Dapat Mengubah Bentuk Otak Anda

Raka Lestari    •    Jumat, 16 Nov 2018 13:46 WIB
kesehatan
Kebiasaan-kebiasaan yang Dapat Mengubah Bentuk Otak Anda
Meskipun otak yang menyusut tampak seperti sesuatu yang mengerikan, ternyata kebiasaan kita benar-benar dapat mengubah struktur otak kita. (Foto: Rawpixel/Unsplash.com)

Jakarta: Mungkin terdengar menyeramkan membayangkan otak Anda menyusut, tetapi itu adalah sesuatu yang merupakan bagian dari proses penuaan alami. Namun, beberapa gaya hidup tertentu dapat lebih buruk bagi otak Anda dan ada sejumlah kebiasaan yang dapat menyebabkan otak Anda menyusut.

"Meskipun otak yang menyusut tampak seperti sesuatu yang mengerikan, ternyata kebiasaan kita benar-benar dapat mengubah struktur otak kita entah itu untuk lebih baik atau lebih buruk," kata ahli saraf kognitif Dr Caroline Leaf.

"Otak adalah neuroplastik, yang pada dasarnya berarti itu bisa berubah. Perilaku negatif dan lingkungan beracun dapat memengaruhi fungsi dan struktur otak dan berpotensi menyebabkan otak untuk 'menyusut' dari waktu ke waktu."

Dikutip dari Bustle, berikut ini adalah beberapa kebiasaan yang dapat menyebabkan otak Anda menyusut.

(Baca juga: Makanan Ini Baik untuk Kesehatan Otak Anda)

1. Stres
"Seperti segala sesuatu dalam hidup, cara kita memandang situasi yang menekan dapat memengaruhi cara mereka memengaruhi kesehatan mental dan fisik kita," kata Dr Leaf.

Tingkat hormon stres kortisol yang tinggi telah dikaitkan dengan pengurangan volume otak, yang dapat menyebabkan kinerja yang lebih buruk pada beberapa memori dan tugas berpikir, menurut penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Neurology.


(Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Molecular Psychiatry menemukan bahwa perokok pada jangka panjang memiliki korteks serebral yang lebih tipis, yaitu area otak yang berperan dalam memori, bahasa, dan persepsi. Foto: Jaroslav Devia/Unsplash.com)

2.Tidak cukup tidur
Orang yang sering mengalami gangguan tidur memiliki massa otak yang lebih kecil daripada mereka yang mendapatkan tidur lebih panjang dan lebih cukup, menurut penelitian yang dipublikasikan di jurnal Neurology.

"Jika Anda memiliki gangguan tidur kronis, bicarakan dengan dokter Anda tentang cara-cara untuk meningkatkan kualitas tidur," kata ahli neuropsikologi olahraga klinis Dr Erin Reynolds, Psy.D.

3. Minum minuman beralkohol
Penelitian di Universitas Oxford menemukan bahwa minum alkohol meskipun dalam jumlah sedang terkait dengan penyusutan di hippocampus, area otak yang berhubungan dengan kognisi dan pembelajaran.

"Bahkan tingkat alkohol yang sedang dapat mengganggu tidur yang menyebabkan hilangnya kepadatan otak," kata ahli saraf kognitif Dr Jared Cooney Horvath.

4. Makanan yang diproses
Apa yang Anda makan dapat memengaruhi kesehatan otak Anda juga. "Makanan yang diproses dengan tinggi gula, garam dan lemak dapat memengaruhi cara otak membangun memori dan fungsinya, merusak pembatas antara darah dengan otak yang berpotensi mengarah pada pembentukan plak amyloid yang terkait dengan Alzheimer," kata Dr Leaf.

Satu studi yang diterbitkan dalam jurnal BMC Medicine menemukan bahwa orang yang rutin mengonsumsi minuman manis, makanan ringan tinggi natrium, dan daging olahan cenderung memiliki hippocampus yang lebih kecil.

5. Merokok
Merokok tidak hanya membahayakan paru-paru Anda, tetapi juga dapat membahayakan otak Anda.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Molecular Psychiatry menemukan bahwa perokok pada jangka panjang memiliki korteks serebral yang lebih tipis, yaitu area otak yang berperan dalam memori, bahasa, dan persepsi.

Berhenti merokok dapat membantu mengembalikan setidaknya sebagian dari ketebalan korteks, tetapi prosesnya lambat, menurut penelitian tersebut.




(TIN)