Beberapa Masalah Kesehatan yang Dapat Menyebabkan Insomnia

Raka Lestari    •    Selasa, 13 Nov 2018 08:00 WIB
insomnia
Beberapa Masalah Kesehatan yang Dapat Menyebabkan Insomnia
The National Sleep Foundation dari Amerika Serikat mengamati beberapa kondisi nyeri kronis seperti fibromyalgia dapat berkontribusi pada tidur yang buruk. (Foto: Annie Spratt/Unsplash.com)

Jakarta: Tidur yang kurang dapat berpengaruh terhadap tubuh, baik secara fisik maupun secara mental. Dampak dari waktu tidur yang kurang dapat berpengaruh terhadap berbagai macam hal.

Ada banyak hal juga yang dapat memengaruhi kualitas tidur Anda, entah itu karena insomnia yang kronis atau perasaan lelah ketika bangun dari tidur.

Dan bagaimanapun, ada berbagai macam masalah kesehatan yang dapat menyebabkan insomnia atau mengganggu tidur Anda. Berikut ini adalah beberapa masalah kesehatan yang dapat berujung pada insomnia.

1. Asma
Asma dan penyakit sejenisnya, seperti alergi dan eksem dapat memberikan dampak negatif pada tidur Anda. Ketika Anda mengalami asma, itu berarti Anda berisiko tinggi untuk mengalami iritasi bronkial yang menyebabkan Anda terbangun di malam hari karena batuk-batuk  karena saluran udara Anda terasa bengkak dan terbatas. 

Selain itu kandungan obat asma itu sendiri. Antihistamin, yang biasanya digunakan untuk melawan reaksi histamin dari sistem kekebalan tubuh, menyebabkan rasa kantuk saat dikonsumsi yang dapat mengganggu ritme sirkadian dan membuat Anda sulit tidur di malam hari.

(Baca juga: 6 Langkah Menangkal Insomnia)


(Baik tiroid yang terlalu aktif dan kurang aktif berhubungan dengan kualitas tidur yang buruk. Foto: Ben Blennerhassett/Unsplash.com)

2. Masalah tekanan darah
Memiliki tekanan darah tinggi dapat menyebabkan penyakit jantung atau stroke jika tidak ditangani, tetapi satu efek mengejutkan dari pengobatan tekanan darah tinggi adalah kurang tidur.

Beta blocker, obat utama yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi, memblokir produksi melatonin, yang berarti dapat menyebabkan insomnia, bangun tiba-tiba, atau mengalami mimpi buruk yang umum dialami pada orang yang meminumnya.

3. Sakit kronis
The National Sleep Foundation dari Amerika Serikat mengamati beberapa kondisi nyeri kronis seperti fibromyalgia dapat berkontribusi pada tidur yang buruk.

Hanya 45 persen orang dengan nyeri akut dan 37 persen dari mereka yang menderita sakit kronis memiliki tidur yang berkualitas baik menurut survei National Sleep Foundation.

Obat adalah faktor lainnya karena beberapa obat untuk nyeri kronis dapat menyebabkan kantuk di siang hari dan mengganggu jadwal tidur.

4. Masalah tiroid
Baik tiroid yang terlalu aktif dan kurang aktif berhubungan dengan kualitas tidur yang buruk. Tiroid yang terlalu aktif, yang dikenal sebagai hipertiroidisme, dapat menyebabkan insomnia dan kesulitan untuk tidur nyenyak karena tubuh memproduksi hormon tiroid berlebihan dan mempercepat semua aspek fungsinya. 

Tiroid yang kurang aktif, yang dikenal sebagai hipotiroidisme, dapat memengaruhi tidur juga. Kekurangan hormon tiroid memperlambat metabolisme, meningkatkan kelelahan, dan meningkatkan risiko sleep apnea.

5. Asam lambung
National Sleep Foundation mencatat bahwa sekitar 5- 8 persen populasi dunia diyakini memiliki penyakit gastroesophageal reflux, yang dikenal sebagai GERD atau asam lambung.

Orang-orang dengan kondisi ini merasa asam dari perut mereka naik ke kerongkongan, menyebabkan sensasi terbakar, dan itu terkait dengan kecenderungan yang lebih tinggi terhadap insomnia dan tidur yang terganggu karena itu lebih mungkin terjadi ketika Anda berbaring.





(TIN)