Benarkah Anak yang Pilih-pilih Makanan Tergolong Pintar?

Sri Yanti Nainggolan    •    Minggu, 21 Oct 2018 17:20 WIB
tumbuh kembang anak
Benarkah Anak yang Pilih-pilih Makanan Tergolong Pintar?
(Foto: Sbs)

Jakarta: Banyak orang tua pusing menghadapai anak yang pemilih dalam hal makan, atau dikenal dengan istilah picky eater. Faktanya, itu adalah tahap perkembangan yang normal.

"Picky eater adalah tahap perkembangan, proses belajar. Menurut riset, enam dari 10 anak adalah picky eater," ujar psikolog Tari Sandjojo dalam peluncuran Susu Curcuma Plus, Jumat 19 Oktober 2018.

Ia menambahkan, anak yang pemilih tersebut bahkan tergolong pintar, karena sudah bisa menentukan apa yang diinginkan. Umumnya, tahapan ini terjadi usia 2-3 tahun.

"Ini kerap disebut dengan teribble twos, padahal ini menunjukkan pertumbuhan yang baik."

Masa tersebut, dimana anak mengalami perubahan perilaku dan sikap, menandakan bahwa anak memerlukan bantuan.

Di satu sisi, kebiasaan pemilih tersebut dapat berdampak negatif pada perkembangan sosial si kecil. Menurut Tari, picky eater cenderung sulit dan lebih lambat dalam beradaptasi dengan hal-hal baru.

"Ini karena mereka tak senang dengan hal-hal baru, lebih suka dengan zona nyaman."

Ia menyarankan untuk terus memperkenalkan makanan pada anak berulang kali. Umumnya, setelah melihat makanan sebanyak 10-2- kali, anak mulai tertarik mencoba.


(DEV)