6 Situasi Kerja yang Berpotensi Memicu Stres

Nia Deviyana    •    Rabu, 26 Jul 2017 17:14 WIB
kesehatan
6 Situasi Kerja yang Berpotensi Memicu Stres
(Foto: Huffington Post)

Metrotvnews.com, Jakarta: Stres akibat tekanan pekerjaan tak hanya berpengaruh terhadap kesehatan psikis, tetapi juga fisik, meningkatkan risiko penyakit jantung, dan depresi.

Para ahli mengidentifikasi enam situasi kerja spesifik yang berpotensi memicu stres. Mana yang paling sering Anda alami?

1. Kurang mendapat apresiasi

Anda sibuk bekerja dari pagi hingga jam kerja selesai. Meski demikian, bos tak pernah benar-benar menganggap kinerja Anda. Anda pun tak pernah dimintai pendapat dalam rapat.

Menurut Peter L. Schnall, MD, pakar yang menangani stres akibat pekerjaan di University of California di Irvine, situasi yang dikenal dengan "tuntutan tinggi, kontrol rendah" ini cenderung mengakibatkan ketegangan psikologis yang hebat pada karyawan.

Melibatkan karyawan Anda dalam pengambilan keputusan akan membantu mengurangi stres.

2. Tunjangan kerja yang tidak memadai

Gaji dan tunjangan menjadi pertimbangan utama ketika seseorang menerima tawaran kerja. Itu sebabnya, besaran tunjangan yang tak sesuai ekspektasi tentu dapat menimbulkan rasa kecewa dan stres.

Untuk mengatasinya, coba bicarakan pada atasan Anda. Anda memang belum tentu langsung mendapatkan kenaikan gaji, tetapi paling tidak Anda mendapatkan gambaran untuk memperbaiki situasi dan mengubah pandangan Anda.

3. Tersingkir

Anda seperti bekerja sendirian. Jika memerlukan bantuan atau bimbingan, atasan Anda tak ada untuk itu. Sebaliknya, ketika pekerjaan Anda salah, atasan hanya bisa marah-marah. Dalam kondisi ini Anda mungkin ingin menumpahkan unek-unek kepada rekan kerja. Sayangnya, tidak ada satu orang pun yang bisa dipercaya.

Sistem pendukung yang baik memang dibutuhkan di tempat kerja, mencakup dukungan praktis dari atasan dan dukungan emosional dari rekan kerja. Sebuah survei menemukan, pekerja yang tidak mendapatkan dua hal tersebut cenderung mengalami stres.

4. Tak punya jam santai

Hadirnya ponsel pintar dan internet tentu semakin membuat bos mudah menghubungi Anda kapan pun, bahkan saat cuti. Anda pun tak bisa membedakan antara kehdiupan pekerjaan dengan kehidupan pribadi.

Situasi yang disebut dengan "technostress" ini menjadi isu penting akhir-akhir ini,' ujar Dr Rosch, profesor klinis kedokteran dan psikiatri di New York Medical College, Vathalla, New York.

Untuk mengatasi stres ini sebenarnya cukup mudah. Matikan ponsel pada pukul 9 malam.

5. Burnout

Burnout merupakan lelah berkepanjangan, baik secara fisik maupun mental, akibat tekanan kerja. Dampak dari burnout biasanya lesu dan tak bergairah. Untuk mengatasinya, coba ambil cuti untuk berlibur atau sekadar beristirahat di rumah. Dengan membuat jeda, pikiran Anda bisa sedikit lebih rileks.

6. Bullying

Bullying tak hanya bisa terjadi di lingkungan sekolah, tetapi juga lingkungan kerja. Banyak pekerja yang mengalami bullying verbal seperti dihina dan diolok-olok merasa stres dan berujung hilangnya semangat kerja.




(DEV)