Injeksi Filler, Langkah Praktis Koreksi Kekurangan Wajah

   •    Selasa, 20 Jun 2017 17:25 WIB
kesehatan
Injeksi Filler, Langkah Praktis Koreksi Kekurangan Wajah
(Foto: Youtube)

Metrotvnews.com, Jakarta: Injeksi filler dikenal sebagai salah satu langkah medis untuk mengatasi kekurangan pada wajah. Contohnya ialah hidung yang kurang mancung, dagu yang terlalu pendek, kantong mata yang terlalu besar, pipi yang kempot, timbulnya garis senyum, dan kerutan sekitar mata dan bibir karena faktor penuaan.

Injeksi filler terbilang sebagai langkah yang sangat aman.

Materinya berupa hyaluronic acid, zat yang secara alami juga diproduksi tubuh. "Hyaluronic acid berperan menjaga kelembapan dan memberi volume pada kulit. Namun, seiring dengan penuaan, produksinya berkurang," ujar dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi dan estetik dari The Clinic Beautylosophy, Jakarta, Danu Mahandaru, pekan lalu.

Karena sifatnya yang demikian, lanjut Danu, injeksi filler bisa berfungsi untuk mengoreksi kekurangan pada bentuk bagian wajah, juga bisa untuk meremajakan tampilan seluruh wajah. Namun, hyaluronic acid tidak akan bisa selamanya menetap di wajah. Secara perlahan tubuh akan menyerapnya.

"Daya tahannya sekitar 1-2 tahun. Sesudahnya, pasien bisa melakukan injeksi ulang filler," katanya. Efek yang ditimbulkan filler langsung bisa didapat dan terlihat sesaat setelah injeksi dilakukan. Bagaimana jika pasien tak puas dengan hasilnya? Menurut Danu, hal itu bisa diatasi.

"filler hyaluronic acid memiliki antidotum atau zat yang bisa menetralkan efeknya. Jadi, kalau pasien merasa hasil injeksi kurang pas, bisa dinetralkan dengan antidotum tersebut," terang Danu.

Prosedur injeksi filler terbilang sederhana. Filler disuntikkan ke area wajah yang akan dikoreksi. Prosedur itu bisa didahului baik dengan anestesi (pembiusan) maupun tidak. "Karena dalam filler itu sendiri sudah terkandung zat anestesi."Meski prosedur itu terkesan sederhana dan tak makan waktu lama, yaitu sekitar 5 menit, tak sembarang orang boleh melakukannya. Ada risiko salah suntik yang bisa berdampak bahaya. "Salah-salah, filler bisa masuk pembuluh darah, atau suntikan justru mencederai jaringan saraf," jelas Danu.

Batasan

Pada kesempatan itu Danu mengingatkan penggunaan filler memiliki batasan. Antara lain tidak boleh digunakan untuk menambah volume bokong dan payudara. "Sejauh ini belum ada evidence based (bukti-bukti ilmiah dari praktik kedokteran) terkait penggunaan filler untuk payudara dan bokong. Ada potensi bahaya juga jika filler masuk ke kelenjar payudara," ujar Danu.

Selain itu, jika itu dilakukan, biayanya juga bakal sangat mahal. Ia mencontohkan, harga 1 cc filler merek populer, Teosyal, antara Rp5,5 juta dan Rp7 juta. "Kalau satu payudara membutuhkan 200 cc, tentu biaya totalnya akan sangat mahal. Karena itu, untuk koreksi payudara dan bokong, lebih disarankan prosedur pemasangan implan atau transfer lemak," pungkasnya. (Media Indonesia)
 


(DEV)