Pencegahan Stunting Anak di 1000 Hari Pertama Kehidupan

Raka Lestari    •    Senin, 18 Sep 2017 11:39 WIB
perkembangan anak
Pencegahan Stunting Anak di 1000 Hari Pertama Kehidupan
Hal yang paling mudah untuk mencegah stunting pada bayi yaitu dengan ASI eksklusif. (Foto: Kazuend/Unsplash.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Stunting merupakan suatu perubahan patofisiologis yang ditandai dengan pertumbuhan tinggi badan yang terhambat, peningkatan kematian, dan berkurangnya kekuatan fisik juga pertumbuhan syaraf pada anak.

Biasanya anak-anak yang mengalami stunting memiliki tinggi badan yang lebih pendek dibandingkan teman-teman seusianya. Anak pendek stunted tidak dapat berprestasi di sekolah.

Studi menunjukkan bahwa stunting menurunkan penghasilan saat dewasa sebesar 20 persen. Juga dapat menyebabkan lemahnya sistem imunitas sehingga rentan terhadap infeksi.



Untuk mencegah terjadinya stunting ini, sangat penting dilakukan oleh orangtua. Terutamanya dapat dicegah di 1000 hari pertama kehidupan anak. Hal yang paling mudah untuk mencegah stunting pada bayi yaitu dengan ASI eksklusif.

(Baca juga: Efek Domino dari Stunting)

"Anak-anak yang diberikan ASI eksklusif memiliki tingkat IQ yang lebih tinggi dibandingkan bayi yang tidak diberi ASI eksklusif. Bahkan bayi yang diberi ASI eksklusif kelak akan menghasilkan pendapatan yang lebih tinggi pula," ujar dr. Utami Roesli SpA, IBCLC, FABM dalam diskusi Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat), di Kawasan SCBD, Jakarta, Minggu (17/9/2017) lalu.

Ia juga menambahkan, "bagi ibu yang memberikan bayinya ASI eksklusif juga akan mencegah terkena kanker payudara, kanker rahim, bahkan hingga kanker tulang."




Memberikan ASI eksklusif pada bayi sangat penting untuk mencegah terjadinya stunting. Hal ini dikarenakan 90 persen pertumbuhan otak terjadi sejak janin sampai sebelum usia lima tahun. Sedangkan 70 persen pertumbuhan otak terjadi pada usia dibawah dua tahun.

Jika pada masa-masa tersebut terjadi gangguan pada pertumbuhan otak, hal ini bersifat "irreversible" artinya tidak bisa disembuhkan dan bayi akan tumbuh tidak sempurna.











(TIN)