Stunting Disebabkan Kekurangan Gizi

Achmad Zulfikar Fazli    •    Minggu, 17 Sep 2017 16:48 WIB
kesehatan anak
Stunting Disebabkan Kekurangan Gizi
Konpers mengenai Stunting dihadiri oleh (dari ki-ka) Perwakilan UNICEF spesialis nutrisi Ninik Sukotjo, dr. Utami Roesli, Dirjen Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Anung Sugihartono, Direktur Gizi Masyarakat Kemenkes Doddy Izwardy, dr. dr. Tan Sho

Metrotvnews.com, Jakarta: Masyarakat dinilai selama ini tidak tepat dalam memahami tentang penyakit stunting. Penyakit ini timbul disebabkan bayi kekurangan gizi dengan rentan waktu yang cukup lama.

"Stunting menjadi bahasan yang ngetrend. Tapi banyak (pemahaman) stunting yang tidak tepat. Stunting adalah penampakan seseorang karena kekurangan gizi," kata Dirjen Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan, Anung Sugihartono dalam sebuah diskusi di Kawasan SCBD, Jakarta, Minggu 17 September 2017.

Anung menuturkan, selama ini masyarakat memahami penyakit stunting sama dengan tubuh pendek, yang merupakan penyakit turunan. Padahal, pemahaman itu tidak tepat.

Menurut Anung, stunting bisa dicegah bila gizi yang asup baik. "Kekurangan gizi yang sifatnya lama akan menggangu pertumbuhan seseorang sejak di dalam kandungan," ujar dia.

Hal senada disampaikan, dr. Utami Roesli. Aktivis Laktasi itu menilai penyakit stunting disebabkan langsung oleh kurangnya asupan gizi dan penyakit infeksi.

Utami menyebut, pemberian air susu ibu eksklusif bisa mencegah timbulnya stunting. Namun, kata dia, pencegahan ini bisa dilakukan secara efektif kepada anak berusia 0-2 tahun.

"Memberikan ASI yang benar (merupakan) intervensi yang tepat terhadap stunting. (Tapi) sampai usia 2 tahun kalau mau diintervensi. Kalau di anak-anak sekolah itu agak susah," kata dia.




(REN)