Newsline

Mengenal Hipertensi Paru dan Gejalanya

   •    Senin, 17 Apr 2017 18:08 WIB
kesehatan paru-paru
Mengenal Hipertensi Paru dan Gejalanya
Ilustrasi. (Thinkstock)

Metrotvnews.com, Jakarta: Naiknya tekanan darah dalam pembuluh arteri paru akibat terhambatnya aliran darah melalui paru merupakan salah satu indikasi seseorang terkena hipertensi paru. Penyakit ini tidak dapat terdiagnosis dengan mudah, sebab gejalanya mirip dengan sakit pada umumnya.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Nana Maya mengatakan, gejala hipertensi paru di antaranya mudah lelah, napas pendek atau terputus-putus, terasa tertekan di area dada, sakit di area kanan perut, pembengkakan, pusing atau pingsan, jantung berdebar hingga warna bibir atau kulit kebiruan.

"Penyakit hipertensi paru disebabkan oleh suatu kondisi penyakit dasar, seperti lupus, kelebihan berat badan, jantung, yang kemudian menyebabkan gangguan pada pembuluh paru. Seiring berjalannya waktu kondisi ini semakin memberat," ucap Nana, dalam Newsline, Senin 17 April 2017.

Secara penyebab, ujar Nana, hipertensi paru dapat diklasifikasikan dalam beberapa golongan. Di antaranya hipertensi paru idiopatik. Kondisi ini tidak diketahui pasti penyebab dan faktor risikonya, pasien sudah terdiagnosis sejak awal.

"Kemudian penyakit paru yang bisa diketahui penyebabnya. Salah satunya lupus atau pasien yang sudah mengalami kelainan pada jantung sebelumnya atau pasien yang sudah mengalami kelainan pada paru, obesitas, dan penggunaan obat terlarang." 

Nana mengatakan, hingga kini belum ada obat atau penawar untuk menyembuhkan penyakit hipertensi jantung. Namun untuk stadium awal, ada beberapa obat yang bisa meringankan gejala dan rasa sakit yang timbul.

Praktisi kesehatan lulusan UI ini menambahkan jika seseorang merasakan gejala-gejala seperti yang telah disebutkan, dia menyarankan agar langsung memeriksakan diri ke dokter. Hal ini untuk menentukan diagnosis awal dan langkah lebih lanjut. 

"Keluhannya memang tidak khas, tapi tetap harus aware untuk dilakukan pemeriksaan lengkap," jelas dia.




(MEL)