Pemerintah Kabupaten Gorontalo Targetkan 11 Ribu Anak Diimunisasi MR

Raka Lestari    •    Kamis, 19 Jul 2018 07:00 WIB
menkes Imunisasi Measles Rubella (MR)
Pemerintah Kabupaten Gorontalo Targetkan 11 Ribu Anak Diimunisasi MR
Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Nila F Moeloek berkunjung ke Saung Germas Iloponu, Gorontalo. (Foto: Dok. Medcom.id/Raka Lestari)

Jakarta: Program Imunisasi Measles Rubella (MR) akan dilaksanakan kembali pada Agustus hingga September tahun ini, kali ini pelaksanaannya di luar Pulau Jawa. Salah satunya di Kabupaten Gorontalo. Pemerintah Kabupaten Gorontalo menargetkan sebanyak 11 ribu anak mendapatkan imunisasi MR. 

Sosialisasi dilakukan dengan melibatkan dinas kesehatan provinsi dan kabupaten, kecamatan hingga tingkat desa. Salah satunya dengan melalukan wisuda bagi para Baduta (bayi di bawah dua tahun) telah melakukan imunisasi secara lengkap. 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo, Roni Sampir berencana akan menggelar wisuda imunisasi Baduta akbar untuk dijadikan rekor muri.

Sertifikat wisuda imunisasi merupakan salah satu syarat untuk bisa melanjutkan ke sekolah dasar. Roni menegaskan pihaknya selalu berupaya agar semua anak mendapatkan sertifikat dengan imunisasi dasar lengkap.


("Cita-cita kita semua tentunya agar anak-anak kita dapat tumbuh menjadi anak yang pandai. Wisuda itu hanya memotivasi agar ibu-ibu menggambarkan anak-anaknya sebagai anak yang pandai dan mimpi agar anaknya bisa menjadi sarjana," ujar Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Nila F Moeloek pada kunjungannya ke Saung Germas Iloponu, Gorontalo, Selasa 17 Juli 2018 lalu. Foto: Dok. Medcom.id/Raka Lestari)

(Baca juga: Djarot Minta MUI Terbitkan Fatwa Halal Imunisasi MR)

“Bila perlu kita lakukan sweeping, kita punya data by name by adress, kita datang ke rumahnya kalau ada yang belum diimunisasi. Jika ada yang belum langkap (imunisasi) kita ajukan untuk lakukan lagi,” kata Roni.

Menurut Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Nila F Moeloek pada kunjungannya ke Saung Germas Iloponu, Gorontalo, Selasa 17 Juli 2018 lalu mengatakan pemberikan sertifikat wisuda bagi Baduta yang sudah melakukan imunisasi lengkap dianggap sebagai motivasi. 

"Cita-cita kita semua tentunya agar anak-anak kita dapat tumbuh menjadi anak yang pandai. Wisuda itu hanya memotivasi agar ibu-ibu menggambarkan anak-anaknya sebagai anak yang pandai dan mimpi agar anaknya bisa menjadi sarjana," tutup Nila. 




(TIN)