Depresi Mempercepat Penuaan Otak dan Masalah Ingatan

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 11 May 2018 19:11 WIB
kesehatan
Depresi Mempercepat Penuaan Otak dan Masalah Ingatan
Depresi dan penuaan otak dapat terjadi secara bersamaan, dan gejala depresi yang lebih besar dapat mempengaruhi kesehatan otak. (Foto: Averie Woodard/Unsplash.com)

Jakarta: Sebuah penelitian menemukan bahwa gangguan mental depresi dapat mempercepat penuaan dan menimbulkan masalah ingatan pada orang dewasa lansia. 

"Karena gejala depresi dapat diobati, kemungkinan perawatan tersebut dapat menurunkan masalah berpikir dan ingatan," ujar peneliti Adina Zeki Al Hazzouri dari University of Miami Miller School of Medicine di Florida, Amerika Serikat. 

Studi yang dipublikasi dalam jurnal Neurology tersebut menunjukkan bahwa lansia dengan gejala depresi yang lebih tinggi kemungkinan memiliki perbedaan struktural dalam otak dibandingkan mereka yang tak memiliki gejala serupa. 

"Sebanyak 25 persen lansia mengalami gejala depresi, penting untuk lebih mengerti tentang hubungan antara depresi dan masalah ingatan," tambahnya. 

Studi yang melibatkan lebih dari 1000 orang dengan rata-rata usia 71 tahun tersebut melakukan beberapa tes seperti scan otak, tes psikologi, dan asesmen kemampuan ingatan dan berpikir. Tes ketiga dilakukan kembali lima tahun setelah penelitian berlangsung. 


(Studi yang dipublikasi dalam jurnal Neurology tersebut menunjukkan bahwa lansia dengan gejala depresi yang lebih tinggi kemungkinan memiliki perbedaan struktural dalam otak dibandingkan mereka yang tak memiliki gejala serupa. Foto: Brunel Johnson/Unsplash.com)

(Baca juga: Olahraga Efektif Tingkatkan Ingatan Jangka Panjang)

Pada awal studi, 22 persen partisipan memiliki gejala depresi yang lebih hebat. Para peneliti menemukan bahwa hal tersebut bekaitan dengan ingatan episodik yang lebih buruk, artinya kemampuan orang tersebut untuk mengingat pengalaman atau kejadian spesifik. 

Hasilnya, mereka yang memiliki gejala depresi yang lebih besar memiliki perbedaan di otak termasuk volume otak yang lebih kecil serta kemungkinan 55 persen lebih besar dari lesi vaskular kecil di otak.

"Lesi vaskular kecil di otak adalah penanda penyakit pembuluh darah kecil, suatu kondisi di mana dinding di pembuluh darah kecil rusak," kata Zeki Al Hazzouri.

Ia menyimpulkan, depresi dan penuaan otak dapat terjadi secara bersamaan, dan gejala depresi yang lebih besar dapat mempengaruhi kesehatan otak melalui penyakit pembuluh darah kecil.





(TIN)