Benarkah Olahraga Sepeda Berlebihan Dapat Memicu Disfungsi Ereksi?

Sri Yanti Nainggolan    •    Minggu, 09 Sep 2018 16:06 WIB
kesehatan reproduksi
Benarkah Olahraga Sepeda Berlebihan Dapat Memicu Disfungsi Ereksi?
Benarkah olahraga bersepeda dapat memicu gangguan seksual disfungsi ereksi? Berikut informasinya. (Foto: Jonny Kennaugh/Unsplash.com)

Jakarta: Olahraga sepeda baik untuk kesehatan kardiovaskular, kekuatan, dan memperkuat tulang. Namun, benarkah aktivitas satu ini dapat memicu gangguan seksual disfungsi ereksi?

Sebuah studi bernama Massachusetts Male Aging Study menemukan bahwa terdapat keadaan tertentu di mana bersepeda dapat merusak beberapa saraf dan menekan arteri di penis yang dapat menyebabkan masalah ereksi. 

Dalam penelitian tersebut disebutkan bahwa risiko tertinggi terjadi pada mereka yang bersepeda selama lebih dari tiga jam seminggu.

(Baca juga: Profesi yang Rentan Sebabkan Infertilitas)

"Disfungsi ereksi sementara dipercaya disebabkan karena tempat duduk yang memberikan tekanan konstan pada perineum, daerah antara alat kelamin dan anus. Tekanan konstan tersebut benar-benar merusak saraf dan memperlambat aliran darah untuk sementara, yang menyebabkan kesemutan atau mati rasa pada penis dan, akhirnya, disfungsi ereksi," seperti yang dilansir dalam laman The health site.


(Dalam penelitian disebutkan bahwa risiko tertinggi terjadi pada mereka yang bersepeda selama lebih dari tiga jam seminggu. Foto: max Libertine/Unsplash.com)

Bahkan, dalam penelitian lain di mana para peneliti mengevaluasi 160 pria yang berpartisipasi dalam tur sepeda sejauh 521 km. Mereka menemukan bahwa satu dari lima pria mati rasa di penis, yang berlangsung lebih dari seminggu pada beberapa partisipan.

Mereka juga menemukan bahwa 13 persen (21 pria) mengalami disfungsi ereksi yang berlangsung selama lebih dari seminggu.

Pada penelitian yang bertentangan yang diterbitkan pada tahun 2014 di Journal of Men’s Health ditemukan bahwa bersepeda tidak memengaruhi kesuburan dan tidak ada ancaman disfungsi ereksi yang serius juga. 

Para peneliti meminta 5.300 pesepeda untuk menyelesaikan kuesioner yang menanyakan tentang kebiasaan bersepeda mereka dan jika mereka mengalami tanda-tanda disfungsi ereksi. Hasilnya menemukan bahwa tidak ada hubungan yang jelas antara berjam-jam bersepeda dan disfungsi ereksi atau infertilitas.





(TIN)