Studi: Lingkungan Hijau Berperan dalam Menurunkan Risiko Demensia

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 13 Jul 2018 11:58 WIB
penelitiankesehatandemensia
Studi: Lingkungan Hijau Berperan dalam Menurunkan Risiko Demensia
Sebuah penelitian menemukan bahwa lansia, terutama wanita yang tinggal di daerah lebih hijau memiliki kesehatan otak yang lebih baik. (Foto: Thirsty Turf Irrigation/Unsplash.com)

Jakarta: Lingkungan tempat tinggal memengaruhi risiko seseorang dalam terkena penyakit, termasuk gangguan degeneratif seperti demensia dan Alzheimer. Sebuah penelitian menemukan bahwa lansia, terutama wanita yang tinggal di daerah lebih hijau memiliki kesehatan otak yang lebih baik. 

Lansia, terutama wanita yang berada dalam lingkungan tersebut memiliki penurunan fungsi kognitif yang lebih lambat. Fungsi tersebut berkaitan dengan ingatan, perhatian, dan fungsi eksekutif. 

"Terdapat bukti bahwa risiko demensia dan penurunan kognitif dipengaruhi oleh paparan bahaya lingkungan di perkotaan seperti polusi udara dan kebisingan, serta gaya hidup seperti stres dan perilaku menetap," kata penulis utama Carmen de Keijzer, dari Institut Barcelona untuk Kesehatan Global di Spanyol.

Sebaliknya, tinggal di dekat ruang hijau akan meningkatkan aktivitas fisik dan dukungan sosial, mengurangi stres, dan mengurangi paparan polusi udara dan kebisingan.

(Baca juga: Kenali 10 Tanda Demensia)


("Terdapat bukti bahwa risiko demensia dan penurunan kognitif dipengaruhi oleh paparan bahaya lingkungan di perkotaan seperti polusi udara dan kebisingan, serta gaya hidup seperti stres dan perilaku menetap," kata penulis utama Carmen de Keijzer, dari Institut Barcelona untuk Kesehatan Global di Spanyol. Foto: Arno Smit/Unsplash.com)

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Environmental Health Perspectives tersebut melakukan eksperimen pada 6.500 orang berusia antara 45 dan 68 tahun selama 10 tahun. 

Pada tiga titik waktu yang berbeda selama masa penelitian, partisipan menyelesaikan serangkaian tes kognitif untuk menilai penalaran verbal dan matematis, kefasihan verbal dan memori jangka pendek, serta penurunan fungsi-fungsi para partisipan. 

"Data kami menunjukkan bahwa penurunan skor kognitif setelah 10 tahun tindak lanjut adalah 4,6 persen lebih rendah pada partisipan yang tinggal di lingkungan yang lebih hijau. Yang cukup menarik, asosiasi ini paling terlihat di kalangan wanita yang membuat kita berpikir bahwa hubungan ini mungkin dimodifikasi oleh gender," kata Keijzer.

Studi tersebut memberikan dasar bukti untuk mengimplementasikan intervensi yang bertujuan untuk memperlambat penurunan kognitif pada lansia yang tinggal di daerah perkotaan dengan meningkatkan kualitas hidup mereka.





(TIN)