Pentingnya Pemeriksaan yang Tepat Cedera Kaki

Raka Lestari    •    Selasa, 22 May 2018 07:34 WIB
kesehatan
Pentingnya Pemeriksaan yang Tepat Cedera Kaki
Sama halnya dengan cedera tangan dan bahu, melakukan diagnosis dengan memanfaatkan CT Scan, MRI, dan teknologi mutakhir lainnya juga diperlukan untuk memastikan jenis cedera. (Foto: Daniel Garcia/Unsplash.com)

Jakarta: Peradangan otot maupun sendi akibat salah posisi ketika berolahraga, otot yang robek, ataupun dislokasi otot, tulang serta sendi adalah beberapa jenis cedera yang umum terjadi saar berolahraga. 

Kesalahan posisi bagian tubuh saat berolahraga, bersinggungan dengan sesama pemain, teknik bermain yang kurang tepat dan penggunaan otot yang berlebihan dapat menimbulkan cedera pada tangan dan bahu. Beberapa jenis olahraga yang dapat memicu cedera tangan dan bahu adalah golf, tenis, badminton, dan voli. 

Namun tidak hanya tangan dan bahu, kaki juga rentan terhadap cedera olahraga terutama bagi para pemain sepak bola dan basket.

Cedera olahraga pada kaki dan pergelangan kaki yang umum terjadi diantaranya adalah robeknya ligamen pergelangan kaki, cedera tendon achilles, dan keluhan nyeri yang berhubungan dengan kondisi flatfoot atau kaki datar. 

(Baca juga: 5 Pertanda Otot Penting dalam Tubuh Anda Lemah)


(Tidak hanya tangan dan bahu, kaki juga rentan terhadap cedera olahraga terutama bagi para pemain sepak bola dan basket. Foto: Priscilla Du Preez/Unsplash.com)

Sama halnya dengan cedera tangan dan bahu, melakukan diagnosis dengan memanfaatkan CT Scan, MRI, dan teknologi mutakhir lainnya juga diperlukan untuk memastikan jenis cedera dan tingkat keparahannya. 

“Pemeriksaan MRI dan CT Scan merupakan tindakan non-invasif untuk mengetahui kondisi ligamen pergelangan kaki pasien dan melihat apakah ada cedera lainnya yang tidak terlihat saat menggunakan teknologi konvensional seperti X-ray,” ujar Dokter Spesialis Bedah Ortopedi dan Konsultan Foot&Ankle, dr. Dimas R.Boedijono,Sp. OT (K), yang berpraktik di RS Pondok Indah-Bintaro Jaya pada acara konferensi pers mengenai cedera bahu, tangan, dan kaki akibat olahraga di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Senin, 21 Mei 2018.

Ia juga menambahkan pencitraan yang lebih baik dapat membantu untuk menentukan apakah memerlukan tindakan pembedahan atau cukup dengan tindakan konservatif seperti fisioterapi.




(TIN)