5 Manfaat Menulis untuk Kesehatan Mental

Sri Yanti Nainggolan    •    Selasa, 03 Oct 2017 13:01 WIB
psikologi
5 Manfaat Menulis untuk Kesehatan Mental
(Foto: Msecnd)

Metrotvnews.com, Jakarta: Ada berbagai cara mengekspresikan perasaan, tergantung kepribadian seseorang. Ada yang nyaman dengan bercerita pada orang lain, namun tak sedikit juga yang senang menuangkannya melalui tulisan.

Beberapa penelitian mengungkapkan, bahwa menulis, baik rutin atau tidak, dapat membantu menenangkan pikiran dan meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan. Berikut beberapa manfaat nyata yang bisa Anda dapatkan dari menulis.

1. Menurunkan depresi

Sebuah penelitian menemukan bahwa mereka yang didiagnosis Gangguan Depresi Mayor mengalami penurunan nilai depresi setelah rutin mengungkapkan perasaan mereka melalui tulisan selama penelitian berdurasi empat minggu.

2. Mengurasi kecemasan kronik

Sebuah studi tahun 2017 menemukan bahwa mereka yang memiliki kecemasan kronik mengalami penurunan dalam berpikir negatif setelah membiasakan diri menulis.

3. Mengurangi ketergantungan pada pil

Gangguan penggunaan zat (SUD) biasanya terjadi pada mereka yang bergantung berlebihan dalam menggunakan satu jenis obat atau lebih. Ketika penderita SUD dilatih untuk lebih berekspresif melalui tulisan, terdapat sedikit peningkatan terlihat dimana cara ini terbukti ampuh untuk pengobatan gangguan tersebut.

4. Membantu mereka yang tak senang matematika

Tak sedikit orang yang takut dengan pelajaran berhitung satu ini, terutama wanita. Sebuah studi menemukan bahwa menulis sebagai bentuk ekspresi dapat meningkatkan performa murid yang mengalami kecemasan saat berhadapan dengan ujian matematika.

5. Membantu mengobati pasien PSTD

Menulis dapat dijadikan sebagai metode pengobatan pada gangguan stres pasca trauma (PSTD). Sebuah studi menunjukkan bahwa pasien yang depresi sebagai imbas dari pengalaman traumatik mengalami peningkatan setelah menulis tentang perasaan emosional yang dialami. Menulis juga membantu meningkatkan suasana hari dan mengurangi respon kostisol terkait ingatan yang menimbulkan trauma.




(DEV)