Dokter: Rokok Saat Ini Juga Dicampur Ganja

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 16 Nov 2017 07:00 WIB
Dokter: Rokok Saat Ini Juga Dicampur Ganja
Ada dua efek dari ganja sintetis, yaitu hagatasi dan halusinasi. (Foto: Ahmed Saffu/Unsplash.com)

Jakarta: Rokok memiliki kandungan nikotin yang membuat penggunanya menjadi kecanduan. Efek yang ditimbulkan dari zat tersebut pun cenderung negatif.

Bahkan, tak sedikit rokok yang memiliki lebih dari 4 ribu zat kimia tersebut juga dicampur dengan narkotika lain.

"Rokok terkadang dicampur dengan tembakau seperti cap Gorila di Jakarta, Ganesha di Bogor, dan tembakau lainnya. Selain itu, ada juga yang dicampur dengan ganja sintetis," ujar psikiater dr. Adhi Wibowo Nurhidayat, SpKJ (K) MPH dalam diskusi Ruang Publik KBR, Rabu, 15 November 2017.

(Baca juga: Mengapa Rokok Menimbulkan Kecanduan?)


(Rokok memiliki kandungan nikotin yang membuat penggunanya menjadi kecanduan. Efek yang ditimbulkan. Foto: Ali Yahya/Unsplash.com)

Ganja sintetis adalah jenis narkotika yang menyerupai tumbuhan ganja asli, namun memberikan efek yang lebih dahsyat. Dari segi penampilan dan bau, ganja sintetis terlihat sama seperti tumbuhan ganja.

"Ada dua efek dari ganja sintetis, yaitu hagatasi dan halusinasi. Hagatasi sifatnya melakukan tindak kekesaran, seperti memukul orang," tambah dr. Adhi.

Sementara, halusinasi lebih ke arah mental seperti mendengar suara atau melihat bayangan, yang biasa disebut paranoid.

Jika rokok kerap dicampur dengan ganja sintetis, lain halnya dengan rokok elektrik atau vape yang dianggap dapat mengurangi kebiasaan merokok. Umumnya, rokok elektrik dicampur dengan narkotika cair yabg menyesuaikan isi dari alat tersebut.









(TIN)