Studi: Ayah dengan Bayi Prematur Alami Tingkat Stres Lebih Tinggi Dibanding Ibu

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 07 Dec 2017 11:25 WIB
perkembangan anak
Studi: Ayah dengan Bayi Prematur Alami Tingkat Stres Lebih Tinggi Dibanding Ibu
Sebuah studi menyebutkan bahwa ayah dengan bayi prematur mengalami stres lebih besar daripada sang ibu, terutama pada masa transisi dari unit perawatan intensif (NICU) ke rumah. (Foto: Pixabay.com)

Jakarta: Sebuah studi menyebutkan bahwa ayah dengan bayi prematur mengalami stres lebih besar daripada sang ibu, terutama pada masa transisi dari unit perawatan intensif (NICU) ke rumah.

Para peneliti mencatat bahwa para ayah memiliki tingkat hormon stres kortisol dalam air ludah karena bayi lepas dari perawatan.

"Jika membawa bayi pulang ke rumah adalah hal yang menyenangkan, justru hal itu membuat stres karena kurang tidur, kurang kontrol, dan harus konstan merespon kebutuhan bayi," ujar Craig Garfield, asisten profesor di Northwestern University, Amerika Serikat.

"Ayah berada dari kondisi dimana bayi dan ibu dirawat oleh ahli di rumah sakit menjadi mengurus anak, ibu, dan pekerjaan sekaligus. Ia harus menjadi pelindung bagi pasangan dan hal itu membuatnya stres."

Naiknya tingkat stres juga berdampak pada pola pengasuhan pada anak dan perubahan tingkat ketergantungan antara bayi dan orangtua.


(Bayi dapat berkembang dengan baik jika orangtua pun demikian. Foto: Pixabay.com)

(Baca juga: Bayi Prematur Perlu Penanganan Ekstra)

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Perinatal and Neonatal Nursing tersebut mengukur tingkat stres orangtua dengan dua cara, tes air ludah dan survei.

Mereka melakukan tes sehari sebelum bayi keluar dari rumah sakit, kemudian satu hari, lima hari, dan 14 setelah pulang ke rumah.

Untuk membantu mengurangi stres ayah dan memermudah transisi, kepercayaan diri, dan kenyamanan ayah harus tercipta selama ayah masih berada dalam NICU.

Ibu perlu ingat bahwa ayah juga membutuhkan waktu untuk santai.

"Bayi dapat berkembang dengan baik jika orangtua pun demikian. Jika orangtua stres, maka hal tersebut akan berpengaruh pada anak, terutama hubungan antara suami istri yang dapat mengubah keterikatan pada anak," terang Garfield. 








(TIN)