Sering Sembelit Tingkatkan Risiko Menurunnya Kesehatan Ginjal

Nia Deviyana    •    Minggu, 13 Nov 2016 10:18 WIB
studi kesehatan
Sering Sembelit Tingkatkan Risiko Menurunnya Kesehatan Ginjal
(Foto: Medicalnewstoday)

Metrotvnews.com, Jakarta: Konstipasi atau sembelit umumnya dianggap tidak terlalu berbahaya. Kondisi ini umumnya terjadi karena asupan makanan yang tidak cukup serat.

Namun, belakangan ada penelitian yang menunjukkan, konstipasi dapat menurunkan kualitas fungsi kerja ginjal.

Dr Keiichi Sumida dan Dr Csaba Kovesdy dari University of Tennessee Health Science Center dan Memphis Veterans Affairs Medical Center memeriksa 3,5 juta orangtua di Amerika. Pasien ini dipantau kesehatannya pada tahun 2004, 2006, dan 2013.

Semua peserta memiliki fungsi ginjal normal pada pemeriksaan pertama mereka. Namun, seiring berjalan waktu, beberapa pasien mengalami sembelit yang diikuti penyakit ginjal.

Berdasarkan pengamatan, pasien dengan riwayat konstipasi memiliki risiko 13 persen untuk mengalami penyakit ginjal kronis, dan 9 persen penyakit gagal ginjal.

"Temuan kami menyoroti hubungan yang masuk akal antara usus dan ginjal. Khususnya mereka yang mengalami sembelit parah," ujar Dr Kovesdy.

Sembelit memengaruhi sekitar 42 juta orang di Amerika. Setiap tahun, ada 2,5 juta orang berkunjung ke dokter karena gangguan ini.

Meski jarang terjadi, komplikasi sembelit berdampak serius jika terjadi. Selain penyakit ginjal, penelitian sebelumnya menemukan bahwa sembelit juga mampu meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular lewat bakteri di usus.

Penelitian yang melibatkan 70 ribu partisipan perempuan ini menemukan, mereka yang mengalami sembelit parah memiliki peningkatan risiko penyakit kardiovaskular sebesar 23 persen.

Perubahan gaya hidup diperlukan untuk mencegah sembelit. di antaranya dengan mencukupi kebutuhan air dan serat, meningkatkan asupan makanan probiotik seperti yogurt, dan memperbanyak latihan fisik.

Bagi pasien yang terlanjur mengidap penyakit ginjal kronis dianjurkan untuk diet rendah protein dan garam untuk memperlambat penurunan kondisi fisik. (Medicalnewstoday)
 


(DEV)