Meningkatkan Kualitas Hidup Penyandang Disabilitas

Sonya Michaella    •    Rabu, 16 Nov 2016 19:42 WIB
kesehatan
Meningkatkan Kualitas Hidup Penyandang Disabilitas
(Foto: Metrotvnews.com/ Sonya Michaella)

Metrotvnews.com, Jakarta: Penyandang disabilitas dan tuna rungu harus mendapatkan hak yang setara seperti orang-orang normal lainnya. Prinsip inilah yang menjadi visi dari organisasi sosial Dr. Mason Global Inc, yang memfasilitasi penyandang disabilitas.

"Saya mencoba untuk membuka akses bagi penyandang disabilitas dan tuna rungu dengan orang-orang normal, supaya mereka (orang normal) tahu bahwa disabilitas dan tuna rungu juga mempunyai kemampuan," kata founder dari Dr. Mason Global Inc, Asiah Mason di At Amerika, Pacific Place, Jakarta, Rabu (16/11/2016).

Mason menjalankan sebuah program pertukaran penyandang disabilitas dan tuna rungu Indonesia ke Amerika Serikat untuk bertemu penyandang disabilitas dan tuna rungu lainnya di negeri Paman Sam.

"Program ini sangat didukung oleh Kedutaan Besar AS di Jakarta. Ide ini kami bicarakan dengan mereka, dan mereka setuju," tuturnya lagi.

Saat ini, di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sebuah konvensi mengenai penyandang disabilitas dan tuna rungu pun telah disetujui oleh banyak negara, di mana mereka setuju bahwa penyandang disabilitas dan tuna rungu berhak mendapatkan hak yang sama dengan orang normal.

"Saat di Amerika, mereka bertemu dengan penyandang disabilitas asal Amerika. Mereka bertukar pengalaman. Sangat menyenangkan sekali," ungkap Mason.

Terkait rencana selanjutnya, Mason yang juga bekerja sama dengan organisasi-organisasi lainnya, sedang mempersiapkan rencana untuk menyambut Hari Disabilitas Sedunia yang jatuh pada Desember mendatang.

"Kita ada rencana soal itu, sedang dibicarakan. Salah satu untuk memulainya adalah sosialisasi bekerja sama dengan Kementerian Sosial," ujar Mason.

Tepatnya besok, atau 17 Desember, akan dilaksanakan sosialisasi bersama Kementerian Sosial RI untuk memberikan penyuluhan kepada orang tua yang mempunyai anak penyandang disabilitas dan tuna rungu.

"Kami juga memberikan penyuluhan kepada pekerja sosial normal, terutama bagaimana caranya mereka bekerja dengan penyandang disabilitas dan tuna rungu," pungkasnya.





(DEV)