Siasati Adiktif Karbohidrat dengan Cara Berikut

Sri Yanti Nainggolan    •    Selasa, 18 Oct 2016 17:44 WIB
kesehatan
Siasati Adiktif Karbohidrat dengan Cara Berikut
Cermati mana yang paling baik untuk dikonsumsi. (Foto: Hokkaido-likers)

Metrotvnews.com, Jakarta: Ada beberapa cara untuk mengurangi ketergantungan pada suatu jenis makananan. Bagi masyarakat Indonesia yang kebanyakan didominasi oleh karbohidrat salam setiap piring makan berat, diperlukan beberapa trik untuk mencoba mengurangi atau menghilangkan kecanduan tersebut.

Cara pertama yang bisa dilakukan adalah body scanning atau refleksi diri dimana ketika seseorang ingin mengkonsumsi makanan karbohidrat, ia menanyakan pada diri sendiri terlebih dahulu mengenai apa yang sebenarnya diinginkan tubuh.

Menganalisa tubuh adalah salah satu refleksi jasmani yang memikirkan bagian tubuh mana yang benar-benar membutuhkan makanan yang diinginkan.

"Ditanya dulu ke diri sendiri, apakah itu karena keinginan mata, pikiran, atau memang perut untuk memenuhi kebutuhan energi. Kalau perut berarti memang harus makan, karena indikator utama di situ," tukas dokter Dr. Grace Judio-Kahl, Msc dalam acara Jakarta Food Editor's Club (JFEC) Gathering, Selasa (18/10/2016).

Kedua, konsumsi pola makan yang seimbang dengan memerhatikan kandungan karbohidrat kompleks, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Kini, sudah banyak pedoman dalam menentukan porsi pola makanan seperti setengah dari piring makan yang terdiri dari satu dan buah dan dapat dimaksimalkan dengan beragam jenis dan warna.

Kemudian seperempat piring berisi protein, dan sisanya adalah porsi piring untuk karbohidrat kompleks seperti beras, gandum, atau pasta. Selain itu, konsumsi air sekitar 8 gelas per hari dan pembatasan konsumsi gula, garam, dan lemak juga perlu diperhatikan.

(Baca juga: Makanan Sehat Bisa Timbulkan Penyakit?)

Ketiga, konsumsilah makanan dengan kadar indeks glikemik (IG) rendah agar tidak terjadi peningkatan gula darah. IG berperan dalam peningkatan gula darah dimana IG yang tinggi dapat meningkatkan glukosa darah lebih cepat dari makanan dengan IG rendah.  

Beberapa contoh makanan dengan IG rendah atau dibawah 55 adalah roti gandum murni, oatmeal, atau nasi merah yang belum dikuliti. Sementara, makanan yang perlu dihindari karena memiliki IG tinggi yaitu di atas 70 adalah kentang, melon, roti bagel atau makanan cepat saji.

Terakhir, gantilah karbohidrat dengan makanan lain yang lebih menyehatkan dan usahakan rendah kalori. Gunakan bahan yang alami dan sedikit mengandung asupan gula, garam dan kalori agar mulai terbiasa. 

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan memerhatikan informasi nilai gizi pada makanan kemasan yang dapat membuat Anda dapat memerhitungan asupan nutrisi tersebut agar tidak berlebih.

"Intinya, tak ada paksaan dalam hal makan. Jadi, adiktif karbohidrat bukan berarti tak boleh makan karbohidrat sama sekali, tapi cermati mana yang paling baik untuk dikonsumsi," tutupnya.







(TIN)