Ini Dampak Positif dari Rasa Stres

Dhaifurrakhman Abas    •    Rabu, 21 Nov 2018 15:10 WIB
psikologistres
Ini Dampak Positif dari Rasa Stres
Salah satu keuntungan yang tak terduga dari stres adalah bisa meningkatkan hubungan interpersonal dengan orang lain. (Foto: Brooke Cagle/Unsplash.com)

Jakarta: Anda tentu pernah merasakan stres. Seperti saat dikebut deadline pekerjaan, hingga menghadapi pertengkaran dan drama kehidupan.

Beberapa pandangan mengatakan stres akan berdampak buruk pada kesehatan dan mental. Stres juga seringkali menjadi penyebab hilangnya energi dalam tubuh.

“Stres biasanya terjadi ketika seseorang merasa tidak bisa mengimbangi antara tantangan dengan kemampuan yang mesti dihadapi,” kata Kathleen Gunthert, Profesor Psikologi dari American University seperti dikutip Time.

Tapi stres ternyata tidak melulu berdampak buruk bagi tubuh. Bahkan berfungsi melawan ledakan oxidatif, melawan penuaan dan ragam penyakit.

“Ada dua bentuk stres. Yaitu distres dan eustress,” ujar Gunthert.

Gunthert mengatakan distres merupakan bentuk stres negatif. Perasaan stres ini biasanya timbul ketika Anda frustasi atau kehilangan sesuatu yang dimiliki. Seperti putus cinta.

Distres juga bisa menyebabkan seseorang mengarah pada prilaku buruk. Misalnya membuat seseorang mengonsumsi makanan dan minuman yang tak sehat.

Jika terus berlanjut, Anda bisa terkena stres kronik. Hal ini bisa berdampak pada masalah kulit, pengecilan bagian otak, hingga terserang beragam penyakit.

Namun ada juga stres yang berdampak positif atau biasa disebut eustress. Nah, untuk mengetahui dampak positif stres lebih lanjut, simak penjelasannya.


(Stres ternyata tidak melulu berdampak buruk bagi tubuh. Bahkan berfungsi melawan ledakan oxidatif, melawan penuaan dan ragam penyakit. Foto: Tim Gouw/Unsplash.com)

(Baca juga: Mikro Stres Dapat Memengaruhi Kesehatan Mental Anda?)

1. Stres meningkatkan motivasi
Ketika kelebihan stres berdampak buruk pada diri Anda mesti bisa mengontrolnya. Tetapi bukan berarti menghilangkannya sama sekali.

Sebab Anda membutuhkan sedikit rasa stres dalam beraktivitas. Hal ini bisa membantu Anda untuk memperoleh kinerja ketika melakukan pekerjaan.

"Misalnya ketika kita dilanda deadline. Stres justru membuat kinerja Anda efektif untuk menyelesaikan tugas kantor," timpal Gunthert.

2. Meningkatkan ketahanan masa depan
Stres juga bisa membuat Anda memecahkan masalah dikemudian hari. Hal ini terjadi karena Anda terbiasa menghadapi tekanan.

"Dengan begitu, orang akan terbiasa menghadapi kondisi yang sama dikemudian hari," kata Peter Vitaliano, psikiatri dan ilmuwan kepribadian dari University of Washington.

3. Stres meningkatkan ikatan
Salah satu keuntungan yang tak terduga dari stres adalah bisa meningkatkan hubungan interpersonal dengan orang lain. Ketika ikatan terjadi, seseorang yang merasa sendirian akan merasa dicintai ketika dibantu oleh orang lain.

"Hubungan sosial merupakan salah satu faktor pelindung dalam melawan problema mental dan fisik," ujarnya.

4. Stres merupakan bagian kehidupan
Gunthert mengatakan, hidup tanpa stres bukan berarti baik. Sebab hal ini justru tak membuat Anda termotivasi dalam menghadapi kompetisi atau persaingan dalam kehidupan. "Dan rasa bangga mencapai sesuatu tidak mungkin ada tanpa dimulai dari rasa stres," pungkasnya.




(TIN)