Hal yang Perlu Anda Lakukan Saat Tahu Keluarga Alami Kecelakaan

Yatin Suleha    •    Senin, 29 Oct 2018 15:57 WIB
psikologiLion Air Jatuh
Hal yang Perlu Anda Lakukan Saat Tahu Keluarga Alami Kecelakaan
Keluarga korban pesawat lion air histeris mendengar kebenaran jatuhnya pesawat Lion Air bernomor penerbangan JT-610 rute Jakarta-Pangkalpinang, Senin, 29 Oktober 2018. (Foto: Rendy Ferdiansyah/MI)

Jakarta: Tak ada yang tahu kapan dan bagaimana sebuah kecelakaan bisa terjadi. Seperti kejadian jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 yang terjadi Senin, 29 Oktober 2018 ini.

Tentu saja tak ada yang menginginkannya. Namun jika hal itu terjadi, lalu apa yang sebaiknya kita lakukan? Psikolog anak, remaja, dan keluarga Efnie Indrianie, M.Psi dari Universitas Kristen Maranatha Bandung, Jawa Barat mengatakan bahwa hal yang perlu dilakukan adalah “bersikap tenang” di tengah kepanikan perasaan kita.

"Duduk tarik napas yang dalam, kemudian baru berpikir tentang langkah apa yang harus dilakukan. Hal ini penting untuk dilakukan, karena napas yang teratur akan membantu kejernihan berpikir, dan ketepatan dalam berperilaku," jelas psikolog yang ramah ini.

Dan jika ada nama salah satu keluarga kita di manifes korban menurut Efnie harus dapat mengendalikan diri dimulai dari pengendalian napas tadi.


(Petugas melakukan pendataan terhadap keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 rute Jakarta-Pangkalpinang berada di ruang kedatangan Bandara Depati Amir, Pangkalpinang, Bangka Belitung, Senin, 29 Oktober 2018. ANTARA FOTO/Roni Bayu/aww)

(Baca juga: Lion Air Mengakui JT610 Sempat Bermasalah)

"Setelah sedikit mengendalikan napas untuk stress release, menghubungi pihak keluarga yang bisa mendampingi kita (emotion focus coping), langkah selanjutnya yang penting adalah menghubungi pihak penerbangan untuk memastikan kebenaran data dan informasi dan selalu “update” informasi terkini," simpul Efnie.

Jadi jika disimpulkan menghadapi situasi demikian, maka ada dua langkah yang bisa dilakukan untuk menanggulangi stres yang kita hadapi menurut Efnie:

1. Emotion focus: Menenangkan kondisi emosi negatif kita dengan mengendalikan napas, mencari kerabat dan pihak lain seperti sabahat dan kolega yang bisa mendukung kita.

2. Problem focus coping: mencari strategi solusi dengan sejumlah langkah yang tepat.




(TIN)