Cara Meningkatkan Produksi ASI yang Mulai Berkurang

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 01 Aug 2018 18:05 WIB
tips & trik
Cara Meningkatkan Produksi ASI yang Mulai Berkurang
(Foto: She Knows)

Jakarta: Tak sedikit ibu menyusui (busui) mengalami penurunan produksi ASI selama masa menyusui. Untuk mengembalikannya supaya normal, dokter anak menyarankan metode relaktasi.

"Relaktasi adalah usaha mengembalikan suplai ASI seperti semula, ada beberapa cara yang bisa dilakukan," jelas dokter anak sekaligus konsultan DR Dr Ariani Dewi Widodo, SpA(K) dalam peluncuran platform digital Anmum #MumToMum, Rabu, 1 Agustus 2018. 

Pertama, prinsip ASI adalah ketersediaan (supply) sama dengan permintaan (demand). Artinya, ketika payudara kosong, maka ASI akan diproduksi. Oleh karena itu, dr Ariani menyarankan untuk mengosongkan payudara (pompa) setiap 2-3 jam agar produksi ASI tetap terjaga. 

Kemudian, konsumsi air putih harus diperbanyak. 

"Bahan baku produksi ASI adalah air. Makanya, biasanya setelah menyusui ibu merasa sangat haus."

Istirahat juga tak kalah penting. Usahakan istirahat secepat mungkin ketika bayi juga sedang dalam keadaan tenang (tidur). Hal ini bertujuan untuk menghindari capek, yang berpengaruh buruk pada produksi ASI. 

Mengecek pompa ASI juga perlu. Beberapa kasus ASI berkurang disebabkan karena terlalu sering dipakai sehingga kemampuan dalam membantu mengeluarkan ASI pun berkurang. 

Bantuan seperti suplementasi pelancar ASI atau alat bantu supplemental nursing system juga dapat digunakan, sesuai dengan anjuran dari dokter. Keduanya membuat proses produksi menjadi lebih mudah bagi busui. 

Jenis relaktasi lainnya adalah pijat bayi yang dilakukan sendiri oleh ibu. 

"Intinya adalah bagaimana bonding (keterikatan) antara ibu dan bayi, melalui mulut ke kulit, selama proses tersebut. Aktivitas ini juga bisa mengeluarkan hormon cinta, yaitu oksitosin."

Lihat video:




(DEV)