Potensi Efek Samping dari Gangguan Makan

Sri Yanti Nainggolan    •    Selasa, 29 May 2018 11:00 WIB
kesehatan mental
Potensi Efek Samping dari Gangguan Makan
Para peneliti memelajari lebih dari 4.900 pria dan wanita muda untuk menanyai mereka tentang perilaku makan, berat badan, kesehatan, dan kesejahteraan psikologis. (Foto: Kinga Cichewicz/Unsplash.com)

Jakarta: Sebuah studi menemukan bahwa anak muda yang mengalami gangguan makan berpotensi mengalami efek samping pada kesehatan fisik dan psikologis.

Gangguan makan didefinisikan sebagai upaya mengurangi asupan makan demi mengurangi berat badan.

Beberapa orang mengikuti diet ketat dan melihat timbangan secara konstan untuk melihat penurunan berat badan tanpa memikirkan kesusahan yang ditimbulkan selama upaya tersebut.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal European Eating Disorders Review tersebut menyatakan bahwa gangguan makan dapat berujung pada berat badan yang meningkat, lingkar pinggang lebih besar, kesehatan psikologis yang rendah, dan evaluasi diri yang lebih rendah terhadap kesehatan umum di kemudian hari.

"Makan yang tidak teratur sangat merugikan kesehatan fisik dan mental orang dewasa muda baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang," kata Ulla Kärkkäinen, peneliti di University of Helsinki di Finlandia.

(Baca juga: Cara Mudah untuk Melindungi Kesehatan Mental)


(Studi yang dipublikasikan dalam jurnal European Eating Disorders Review tersebut menyatakan bahwa gangguan makan dapat berujung pada berat badan yang meningkat. Foto: Asdrubal luna/Unsplash.com)

Ia menambahkan, beberapa penelitian sebelumnya telah menyebutkan bahwa kesejahteraan psikologis yang rendah dan evaluasi diri yang buruk terhadap kesehatan dapat menimbulkan kerentanan yang lebih tinggi pada penyakit fisik dan kematian.

"Untuk mengurangi efek negatif jangka panjang ini, kita harus mendeteksi gangguan makan yang tidak teratur lebih dini dan langsung mengobatinya."

Para peneliti memelajari lebih dari 4.900 pria dan wanita muda untuk menanyai mereka tentang perilaku makan, berat badan, kesehatan, dan kesejahteraan psikologis.

Hasilnya, prevalensi kesejahteraan psikologis cenderung lebih rendah bersamaan dengan evaluasi diri pada kesehatan secara keseluruhan dalam waktu 10 tahun.

Beberapa penelitian lain juga telah menunjukkan bahwa gangguan makan lebih mendalam pada wanita daripada laki-laki.





(TIN)