Lima Kesalahan Umum yang Sering Dilakukan Setelah Putus Cinta

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 01 Jun 2018 18:34 WIB
romansapsikologi
Lima Kesalahan Umum yang Sering Dilakukan Setelah Putus Cinta
Antropolog biologi Helen Fisher mengungkapkan bahwa ada beberapa kesalahan umum yang justru membuat seseorang semakin lama sembuh dari patah hati. (Foto: Riccardo Mion/Unsplash.com)

Jakarta: Perasaan sakit karena putus cinta akan menghilang seiring berjalannya waktu. Dengan beberapa cara, proses tersebut bisa semakin cepat. 

Antropolog biologi Helen Fisher mengungkapkan bahwa ada beberapa kesalahan umum yang justru membuat seseorang semakin lama sembuh dari patah hati. Apa sajakah itu?

1. Menguntit media sosial mantan
Sebuah studi tahun 2012 yang diterbitkan dalam jurnal Cyberpsychology menemukan bahwa orang-orang yang terus mengecek profil Facebook mantan lebih cenderung memiliki perasaan negatif terhadap orang tersebut, lebih mungkin untuk menginginkan orang itu, dan kecil kemungkinannya untuk mengikhlaskan perpisahan. 

2. Terpatok pada sifat mantan pasangan
Setelah putus, tak ada salahnya untuk memikirkan bagaimana tipikal pasangan yang diinginkan. Andrea Syrtash, pakar kencan, merekomendasikan hal tersebut agar tidak terpatok pada mantan pasangan. Dengan demikian, ketika dekat dengan orang lain, tak ada bayang-bayang mantan pasangan.

(Baca juga: 7 Tahap yang Dialami Setiap Orang Saat Putus Cinta)


(Beberapa penelitian menunjukkan bahwa menulis jurnal tentang perasaan saat putus cinta dapat membuat semakin sedih. Foto: Cristian Newman/Unsplash.com)

3. Menyalahkan diri sendiri
Sebuah makalah 2016 dalam jurnal Personality and Social Psychology Bulletin menunjukkan bahwa kemampuan dalam menghadapi perpisahan berhubungan dengan rasa percaya diri. 

“Dalam penelitian kami, orang-orang yang patah hati berkepanjangan mengalami perubahan citra diri menjadi lebih buruk," tukas salah satu penulis studi, Lauren Howe.

Orang-orang tersebut masih merasa kesal setiap kali memikirkan mantan pasangan. Di sisi lain, Howe mengungkapkan bahwa mereka yang lebih cepat ikhlas akan lebih mudah melupakan kesedihan yang dirasakan. 

4. Tidak menuliskan apa yang dirasakan
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa menulis jurnal tentang perasaan saat putus cinta dapat membuat semakin sedih. Namun, lain ceritanya jika jurnal tersebut mengambil sisi positif dari pengalaman patah hati. 

5. Tak mau membicarakannya
Sebuah studi yang diterbitkan tahun 2015 dalam jurnal Social Psychological and Personality Science menemukan bahwa berpartisipasi dalam penelitian tentang putus cinta dapat membantu orang mengatasi hal tersebut. 

Sekelompok peserta yang menghabiskan lebih banyak waktu berbicara dengan peneliti dan mengisi survei tentang putusnya kemudian mengalami lebih sedikit kesedihan daripada kelompok yang menghabiskan sedikit waktu untuk kegiatan yang sama. 




(TIN)