Lebih dari 30 Tahun Mengidap Lupus, Tiara Savitri Tetap Bugar

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 09 May 2018 08:00 WIB
lupus
Lebih dari 30 Tahun Mengidap Lupus, Tiara Savitri Tetap Bugar
Meski terkena Lupus, Tiara tetap beraktivitas normal. Bahkan ia sudah mendaki lebih dari 11 gunung di Indonesia pada tahun 2012. (Foto: Dok. Medcom.id/Sri Yanti Nainggolan)

Jakarta: Tiara Savitri merupakan salah satu bukti bahwa Orang dengan Lupus (ODAPUS) tetap dapat hidup sehat dan normal layaknya orang-orang biasa.

"Beberapa penelitian menyebutkan ODAPUS tak bisa bertahan lebih dari 10 tahun. Saya tidak menyalahkan penelitian, tapi mereka (ODAPUS) yang tidak melanjutkan membaca penelitian hingga selesai dan langsung down," ujarnya dalam temu media, Selasa 8 Mei 2018.

Ia menjelaskan bahwa pengobatan yang baik dan pola hidup sehat adalah kunci dirinya bisa tetap bugar hingga saat ini.

Tiara mengaku bahwa dirinya pertama kali mengalami gejala gangguan autoimun jenis Lupus Eritematosus Sistemik (LES) saat berusia 17 tahun pada 1987. Ia mengalami hampir semua gejala Lupus, seperti demam berulang, ruam pada tubuh, hingga keguguran tiga kali.

"Awalnya saya seperti mengalami sakit tifus berulang, bolak-balik rumah sakit sampai 8,5 bulan. Itu karena trombosit turun terus," ujarnya.

Ketika berniat mencari pengobatan ke luar negeri, Tiara disarankan untuk memeriksakan diri ke RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta. Disitulah baru ketahuan bahwa dia mengidap LES.

Tiara mengaku bahwa dirinya sudah mengalami beberapa dampak selama terkena LES. Misalnya, pada tahun 1996 ia terkena bocor ginjal karena jumlah albumin dalam tubuhnya jauh di bawah rata-rata yaitu 0,9 dengan angka normal 4.

(Baca juga: Deteksi Lupus dengan SALURI)

Selain itu, ia juga mengalami keguguran hingga tiga kali. Setelah itu, ia bersama suami pun kembali mencoba dan lahirlah anak laki-lakinya dengan bobot 2 kg dan mengalami kelainan jantung di tahun 1999. Namun, anaknya tumbuh dengan baik.

"Ternyata, saat usia 12 tahun, anak saya juga terdiagnosa Lupus. Saya rasa ini sifatnya genetik karena sembilan tahun lalu ayah saya terdiagnosa Lupus dan ibu saya juga meninggal karena Lupus," paparnya.

Meski terkena Lupus, Tiara tetap beraktivitas normal. Bahkan ia sudah mendaki lebih dari 11 gunung di Indonesia pada tahun 2012.

"Saat naik gunung, saya pakai tabir surya dan topi, karena ODAPUS kan sensitif pada matahari," tambahnya.

Selain itu, ia juga mendirikan Yayasan Lupus Indonesia pada tahun 1998. Yayasan tersebut bertujuan untuk memberikan edukasi perihal penyakit autoimun tersebut ke daerah-daerah terpencil, salah satunya Papua.

"Yang saya cari bukan ODAPUS, saya hanya ingin masyarakat tahu. Biasanya, setelah sosialisasi, ada beberapa orang yang mendekati kami, bertanya lebih dalam."

Hingga saat ini, untuk menjaga agar penyakit Lupus tetap terkendali, Tiara selalu mengonsumsi makanan sehat yaitu buah dan sayuran tiga kali sehari dan aktivitas fisik seimbang. 





(TIN)