Melanoma, Kanker Ganas yang Mengancam Nyawa

   •    Rabu, 23 May 2018 14:37 WIB
kesehatan kulit
Melanoma, Kanker Ganas yang Mengancam Nyawa
Kemunculan tahi lalat baru bisa menjadi indikasi adanya kanker kulit. (Foto: Shutterstock)

Jakarta: Beberapa waktu lalu publik dikejutkan dengan kabar meninggalnya Adara Taista yang merupakan menantu dari mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa.

Adara dikabarkan pertama kali jatuh sakit pada April 2017 dan mengembuskan napas terakhirnya pada 19 Mei 2018 di Tokyo, Jepang.

Kabar kematian Adara sontak membuat publik bertanya seberapa parah kanker yang diderita oleh istri dari Rasyid Rajasa itu diderita hingga menyebabkan kematian.

Faktanya, kanker kulit yang dialami Adara atau lebih dikenal dengan istilah melanoma merupakan salah satu jenis kanker ganas yang dapat mengancam nyawa.

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Aida Hoemardani mengatakan kanker jenis ini menyerang sel melanosit atau sel pemberi warna kulit yang ada di lapisan paling atas kulit.

"Melanoma berasal dari sel melanosit yang berada di lapisan paling atas. Kulit terdiri dari beberapa lapis dan masing-masing lapisan terdiri dari beberapa sel yang setiap selnya berpotensi menyebabkan keganasan," ungkapnya, dalam Newsline, Selasa, 22 Mei 2018.

Aida mengatakan salah satu faktor risiko seseorang terkena melanoma adalah karena paparan sinar ultraviolet dari matahari. Pada orang kulit putih risiko terkena melanoma lebih besar ketimbang orang yang kulitnya lebih berwarna. 

"Tahi lalat juga menjadi salah satu faktor risiko. Apalagi kalau jumlahnya lebih dari 100 harus dicurigai dan faktor lainnya adalah genetik," katanya.

Ciri seseorang mengalami melanoma adalah munculnya tahi lalat baru atau perubahan bentuk tahi lalat yang sudah ada. Tahi lalat yang terpapar melanoma umumnya memiliki bentuk tak beraturan dan tak satu warna. Terasa gatal dan kadang mengalami pendarahan.

Pencegahan diri dari melanoma bisa dilakukan dengan penggunaan tabir surya dan berpakaian lengkap saat beraktivitas di luar ruangan yang terpapar sinar matahari langsung.

"Penggunaan tabir surya untuk menghalangi sinar matahari. Termasuk kalau berkegiatan di dalam ruangan tetap perlu karena pasti ada pekerjaan yang mungkin dilakukan di luar ruangan dan tabir surya untuk memproteksi saja," jelas dia.




(MEL)