Perasaan Kita Dapat Membentuk Cara Kita Melihat Berbagai Hal

Raka Lestari    •    Jumat, 13 Apr 2018 07:52 WIB
psikologi
Perasaan Kita Dapat Membentuk Cara Kita Melihat Berbagai Hal
Sebuah penelitian baru menunjukkan emosi atau perasaan kita dapat membentuk apa yang kita lihat. (Foto: Anthony Ginsbrook/Unsplash.com)

Jakarta: Otak manusia adalah bagian yang menarik. Sebuah penelitian baru menunjukkan emosi atau perasaan kita dapat membentuk apa yang kita lihat.

Yang berarti bagaimana perasaan kita pada momen tertentu dapat mengubah cara kita memandang dunia tepat di depan mata kita sendiri. Yang berarti, terkadang sesuatu terjadi sesuai seperti yang kita pikirkan. 

Pada penelitian itu disebutkan bahwa perasaan afektif manusia faktor penting yang menentukan pengalaman-pengalaman yang diciptakan. 

Pada dasarnya, bagaimana seseorang melihat dunia secara berbeda-beda tergantung dari perasaan kita apakah merasa senang, sedih, marah, atau apapun itu.

Ketika kita merasa bahagia dan positif, kita lebih cenderung melihat sesuatu yang bahagia dan positif, terlepas dari apakah itu benar-benar positif atau tidak. 

(Baca juga: 8 Alasan Kenapa Tertawa Itu Sehat)

Pada studi yang diterbitkan dalam jurnal Psychological Science, para peneliti dari University of California, San Francisco para peneliti menggunakan penekanan "flash" terus-menerus teknik yang membuat peserta tidak menyadari bahwa mereka sedang diberikan rangsangan tambahan. 


(Pada dasarnya, bagaimana seseorang melihat dunia secara berbeda-beda tergantung dari perasaan kita apakah merasa senang, sedih, marah, atau apapun itu. Foto: Omar Lopez/Unsplash.com)

Para peneliti menunjukkan kepada para peserta gambar tersenyum, cemberut, atau netral secara berdampingan antara gambar dengan kontras rendah dan netral.

Setelah itu, peserta diperlihatkan lima wajah berbeda dan diminta untuk memilih wajah yang paling cocok dengan wajah yang mereka lihat selama persidangan.

Meskipun semua peserta disajikan dengan wajah yang netral, mereka yang ditunjukkan dengan wajah tersenyum melalui penekanan flash terus menerus lebih mungkin untuk mengatakan wajah yang mereka lihat dengan mata dominan mereka tersenyum.

Dengan kata lain, peserta yang tanpa sadar melihat gambar yang positif dan tersenyum lebih cenderung melihat wajah yang netral sebagai wajah bahagia.





(TIN)