Pola Makan Dapat Pengaruhi Jadwal Menopause

Torie Natalova    •    Kamis, 03 May 2018 05:54 WIB
menopause
Pola Makan Dapat Pengaruhi Jadwal Menopause
Usia wanita ketika menopause, apakah datang lebih awal atau terlambat, dapat berdampak besar pada kesehatan wanita seiring bertambahnya usia. (Foto: Thomas Hafeneth/Unsplash.com)

Jakarta: Para peneliti menemukan bahwa pola makan yang terdiri dari makanan sehat seperti ikan berminyak dan kacang-kacangan, berkaitan dengan menopause yang tertunda hampir tiga tahun.

Usia wanita ketika menopause, apakah datang lebih awal atau terlambat, dapat berdampak besar pada kesehatan wanita seiring bertambahnya usia.

Ada banyak faktor yang dapat memprediksi usia Anda memulai menopause, dari genetika, indeks massa tubuh, riwayat merokok dan paparan kemoterapi.

Tapi, sebuah studi baru dari University of Leeds menunjukkan mungkin ada prediktor lain untuk memulai menopause, yakni makanan yang Anda konsumsi setiap hari.

Jika wanita yang mengonsumsi makanan sehat dapat lebih lama mendapatkan menopause, wanita yang mengonsumsi pasta dan beras putih lebih cenderung memulai menopause 1,5 tahun lebih awal dari usia rata-rata.


(Kualitas makanan memberi indikasi kuat apakah mereka sudah mulai menopause lebih awal atau lebih lambat dari rata-rata. Foto: Brenda Godinez/Unsplash.com)

(Baca juga: Tiga Tahapan Menopause)

Studi dilakukan terhadap lebih dari 14 ribu wanita di Ingris. Dari 900 wanita, kualitas makanan memberi indikasi kuat apakah mereka sudah mulai menopause lebih awal atau lebih lambat dari rata-rata.

Menurut peneliti, usia di mana menopause dimulai dapat memiliki implikasi kesehatan yang serius bagi beberapa wanita. Menopause yang tertunda dikaitkan dengan kanker payudara, ovarium, dan endometrium.

Namun, risiko menopause dini mungkin lebih besar jika pola makan adalah faktor pemicunya. Wanita yang mengalami menopause dini karena pola makan tak sehat memicu peningkatan risiko penyakit jantung, tulang, demensia, depresi dan disfungsi seksual.





(TIN)