Studi: Setengah Wanita Muda Mengaku Tak Puas dengan Kehidupan Seksual

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 27 Jun 2018 12:29 WIB
seks dan kesehatanstudi kesehatan
Studi: Setengah Wanita Muda Mengaku Tak Puas dengan Kehidupan Seksual
Survei yang dilakukan oleh Public Health England (PHE) tersebut melibatkan lebih dari 7.300 wanita Inggris untuk melihat masalah ketidakpuasan dalam hubungan seksual dan kesehatan. (Foto: Kyle Broad/Unsplash.com)

Jakarta: Hampir dua dari empat wanita Inggris mengaku tak bahagia dengan kehidupan seks mereka, demikian menurut sebuah penelitian. 

Survei yang dilakukan oleh Public Health England (PHE) tersebut melibatkan lebih dari 7.300 wanita Inggris untuk melihat masalah antara masalah kesehatan reproduksi, termasuk ketidakpuasan dalam kehidupan seks. 

Hasilnya, mereka yang berusia 25-34 tahun paling merasa tak puas di ranjang, dengan persentase 49 persen mengklaim kurang merasakan kenikmatan seksual. 

Ketidakpuasan sedikit lebih rendah untuk wanita berusia 55 hingga 64 tahun, di mana kurang dari sepertiga di antaranya melaporkan mengalami kehidupan seks yang tidak terpenuhi. Namun, tidak jelas apakah ini karena mereka menikmati seks lebih banyak atau hanya memiliki lebih sedikit seks.

Para pejabat kesehatan menemukan bahwa wanita yang mengalami ketidakbahagiaan dalam hubungan, telah didiagnosa dengan infeksi menular seksual (IMS) dan mengalami kesulitan berkomunikasi dengan pasangan romantis mereka sehingga lebih cenderung memiliki fungsi seksual yang rendah.

(Baca juga: Studi: Kegiatan Seks Dapat Menunda Penuaan)


(Survei yang dilakukan oleh Public Health England (PHE) tersebut melibatkan lebih dari 7.300 wanita Inggris untuk melihat masalah antara masalah kesehatan reproduksi, termasuk ketidakpuasan dalam kehidupan seks. Foto: Adi Constantin/Unsplash.com)

Sementara itu, seksualitas positif (didefinisikan oleh PHE sebagai mengalami tingkat kepuasan seksual, harga diri seksual dan kenikmatan seksual yang tinggi) dikaitkan dengan penggunaan kontrasepsi, peningkatan kualitas hubungan dan tidak adanya IMS.

Bagi wanita muda khususnya, kehidupan seks yang sehat juga berkaitan dengan penggunaan alkohol yang kurang, meningkatkan kesehatan mental, dan sikap positif terhadap pendidikan.

Laporan itu juga menemukan bahwa hampir sepertiga wanita yang disurvei menderita masalah berat yang berkaitan dengan seks, seperti menstruasi yang berat dan gejala menopause.

"Memiliki kehidupan seksual yang sehat adalah penting tidak dapat dilebih-lebihkan karena ini sangat berkontribusi pada kesejahteraan umum," tukas Dr Jane Dickson, wakil presiden Fakultas Kesehatan Seksual dan Reproduksi.

"Namun, masih ada banyak stigma dan rasa malu ketika datang ke fungsi seksual, terutama ketika kita berbicara tentang kenikmatan seksual wanita. Masyarakat masih menomorduakan kesenangan seksual perempuan."

Konsultan kesehatan masyarakat di PHE Sue Mann menambahkan bahwa kehidupan seks yang memuaskan sangat penting bagi kesehatan mental dan emosional wanita.

"Data kami menunjukkan bahwa kenikmatan seksual adalah bagian penting dari kesehatan reproduksi yang baik dan bahwa sementara banyak wanita melaporkan disfungsi seksual, banyak yang tidak mencari bantuan."





(TIN)