Kebugaran Menjaga Kaum Paruh Baya dari Depresi

Anggi Tondi Martaon    •    Kamis, 28 Jun 2018 13:17 WIB
fasilitas kesehatankesehatan
Kebugaran Menjaga Kaum Paruh Baya dari Depresi
Kebugaran tubuh memang harus dijaga meski memasuki usia senja. (Foto: Mark So/Unsplash.com)

Jakarta: Kebugaran tubuh memang harus dijaga meski memasuki usia senja. Pasalnya, kebugaran dapat menjaga tubuh dari berbagai gangguan kesehatan.

Berdasarkan hasil sebuah penelitian seperti dilansir dari WebMD, Jika tubuh dalam kondisi bugar di usia paruh baya, ada kemungkinan Anda akan terhindar dari depresi, salah satu penyebab serangan jantung.

Berdasarkan hasil pengamatan data kesehatan 18.000 pasien Medicare, peneliti menemukan bahwa 16 persen lebih kecil kemungkinan mengalami depresi. Bahkan, kondisi pasien dalam keadaan paling fit kecil kemungkinan meninggal akibat penyakit jantung.

"Ada hubungan yang terkenal antara depresi dan penyakit kardiovaskular," kata peneliti utama Dr Benjamin Willis, seorang ahli epidemiologi di Cooper Institute di Dallas saat dikutip dari WebMD.

Willis menjelaskan, kebugaran dapat mengurangi risiko depresi dan penyakit jantung. Bahkan dalam jangka waktu yang lama.

(Baca juga: Studi: Hentikan Kebiasaan Olahraga Dapat Memicu Depresi)


(Berdasarkan hasil pengamatan data kesehatan 18.000 pasien Medicare, peneliti menemukan bahwa 16 persen lebih kecil kemungkinan mengalami depresi. Bahkan, kondisi pasien dalam keadaan paling fit kecil kemungkinan meninggal akibat penyakit jantung. Foto: Jeff Sheldon/Unsplash.com)

"Tidak pernah terlambat untuk keluar dari sofa," kata Willis. Contoh aktivitas sedang sampai berat termasuk berjalan, jogging, berenang, dan bersepeda.

"Selalu pertimbangkan status kesehatan Anda sendiri dan periksa dengan dokter Anda sebelum memulai program aktivitas fisik yang baru," ia memeringatkan.

Dr Satjit Bhusri, seorang ahli jantung di Lenox Hill Hospital di New York City mengatakan, "Pasien harus tahu, bagaimanapun, bahwa depresi dan kebugaran tidak hanya terjalin, tetapi juga dapat menyebabkan perubahan organik dalam risiko mereka terkena penyakit jantung." 

Willis menunjukkan bahwa kebugaran dapat mengurangi risiko depresi dan penyakit jantung bahkan dalam jangka waktu yang lama.

Tetapi hanya 50 persen orang Amerika memenuhi pedoman minimum untuk aktivitas aerobik - 150 menit latihan seminggu, kata Willis.

"Kabar baiknya adalah bahwa manfaat dari olahraga tanpa memandang berapa usia Anda ketika Anda mulai," tambahnya. "Tidak pernah terlambat untuk keluar dari sofa," kata Willis. Laporan tersebut diterbitkan online dalam 27 Juni dalam jurnal JAMA Psychiatry.

Meskipun begitu, tak lupa Willis menyarankan agar orang yang ingin memulai berolahraga untuk konsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Jangan sampai, niat baik untuk menjaga kebugaran justru berpengaruh buruk terhadap tubuh.





(TIN)