Diet Ketogenik Diklaim Bantu Turunkan Risiko Alzheimer

Nia Deviyana    •    Senin, 15 Oct 2018 13:12 WIB
diet
Diet Ketogenik Diklaim Bantu Turunkan Risiko Alzheimer
(Foto; Health Magazine)

Jakarta: Sebuah studi baru menemukan bahwa mengadopsi diet ketogenik membantu mencegah penurunan kognitif. Temuan menunjukkan bahwa otak dan perut saling terhubung, dan kesehatan satu organ dapat berpengaruh pada organ lainnya. 

Ai-Ling Lin dari Universitas Kentucky di AS menguji apakah integritas neurovaskular diatur oleh bakteri usus. Menggunakan tikus muda sebagai objek percobaan, Ai-Ling menguji apakah diet ketogenik dapat meningkatkan fungsi pembuluh darah otak dan mengurangi risiko neurodegenerasi.

Integritas neurovaskular, kata dia, memainkan peran utama dalam kemampuan kognitif.

Tim peneliti menemukan bahwa setelah 16 minggu, tikus dengan diet ketogenik mengalami peningkatan positif terkait aliran darah otak, peningkatan kesimbangan dalam mikrobioma usus, kadar glukosa darah dan berat badan, serta peningkatan yang signifikan dalam pembersihan amyloid-beta dari otak, plak yang merupakan tanda penyakit alzheimer.

Lin mengatakan bahwa diet ketogenik efektif dalam mengobati penyakit tertentu. Namun, tidak disarankan langsung mengadopsi diet ini sebelum berkonsultasi dengan ahlinya. 

Setiap orang memiliki metabolisme dan kondisi tubuh yang berbeda-beda sehingga bisa saja satu diet cocok untuk orang lain, tetapi tidak untuk Anda. 

Sebelumnya diet ketogenik sempat menuai pro dan kontra. Diet dengan aturan mengadopsi makanan tinggi lemak dan memangkas karbohidrat ini diklaim tidak seimbang. 




 


(DEV)