Enam Penyakit Akibat Duduk Terlalu Lama

Torie Natalova    •    Rabu, 16 Jan 2019 08:02 WIB
kesehatan
Enam Penyakit Akibat Duduk Terlalu Lama
Postur duduk yang buruk dapat menyebabkan masalah pada leher Anda. (Foto: Studio Republic/Unsplash.com)

Jakarta: Bekerja di balik meja dan di depan komputer hingga menyetir kendaraan terkadang membuat Anda tak sadar telah duduk berjam-jam setiap hari. Menurut penelitian, jumlah waktu yang dihabiskan setiap hari dengan posisi duduk hingga 15 jam ketika Anda bekerja di kantor.

Menghabiskan terlalu banyak waktu di kursi atau duduk santai di sofa juga telah dikaitkan dengan beberapa kondisi yang mengancam jiwa seperti pembekuan darah, penyakit hati berlemak, penyakit jantung hingga kanker. 

Bahkan, sebuah studi menemukan hubungan antara duduk terlalu lama dengan penipisan daerah otak yang berkaitan dengan pembentukan ingatan.

Banyak duduk juga berkaitan dengan obesitas atau kegemukan. Ketika duduk, Anda hanya membakar setengah kalori. Anda yang berbadan kurus juga masih bisa mendapatkan masalah kesehatan seperti gula darah naik, kolesterol meningkat yang meningkat juga peradangan.

Perlu diketahui bahwa duduk terlalu lama meningkatkan peluang Anda untuk memiliki 35 kondisi kesehatan serius. Ini karena lebih banyak gerak adalah kunci untuk mengatur protein, gen, dan sistem lain yang menurunkan kerentanan kita terhadap penyakit. 

(Baca juga: Jangan Remehkan Nyeri Akibat Terlalu Lama Duduk, Bisa Jadi Itu WMSD)


(Postur duduk yang buruk dapat menyebabkan masalah pada leher Anda. Foto: Dylan Gills/Unsplash.com)

Beberapa dampak duduk terlalu banyak bagi kesehatan Anda seperti berikut seperti dilansir dari Prevention:

1. Depresi dan kecemasan
Sebuah studi Mental Health and Physical Activity menemukan semakin banyak Anda duduk diam di tempat kerja, semakin besar risiko Anda mengalami depresi dan kecemasan. 

2. Nyeri punggung dan leher
Hanya empat jam duduk secara terus menerus mengompres cakram kunci di punggung bawah Anda. Postur duduk yang buruk juga dapat menyebabkan masalah pada leher Anda.

3. Kanker
Risiko kanker usus dan endometrium meningkat, bahkan ketika Anda mulai memperbanyak olahraga. Ini mungkin karena peradangan, penambahan berat badan dan perubahan lainnya.

Setiap tambahan dua jam per hari yang dihabiskan untuk duduk, risiko kanker usus besar dan endometrium meningkat 8-10 persen.

4. Obesitas, diabetes dan gangguan jantung
Anda membakar lebih sedikit kalori saat duduk, kemampuan hormon insulin untuk memindahkan glukosa dari darah ke dalam sel juga dapat menurun ketika Anda duduk untuk waktu yang lama. 

5. Tulang melemah
Latihan menahan beban, termasuk berdiri dan berjalan, menekan kerangka Anda dengan cara yang baik, menandakan sel-sel khusus untuk mengganti jaringan tulang lama dengan yang baru.

Ketika Anda terlalu lama duduk, tubuh menggantikan sedikit dari apa yang hilang, menyebabkan tulang rapuh dan osteoporosis yang lebih besar terutama saat usia bertambah.

6. Gumpalan darah
Aliran darah yang lambat di kaki akibat kurang gerak dan bersama tingkat lebih rendah dari protein pencegah gumpalan, meningkatkan risiko Anda mengalami penggumpalan darah.

Wanita yang duduk lebih dari 40 jam per minggu memiliki lebih dari dua kali lipat risiko pembekuan darah ke paru-paru.





(TIN)