Empat Dampak Buruk Kelebihan Minum Air Putih

Sri Yanti Nainggolan    •    Sabtu, 27 Oct 2018 13:50 WIB
kesehatan
Empat Dampak Buruk Kelebihan Minum Air Putih
Empat Dampak Buruk Kelebihan Minum Air Putih (foto: shutterstock)

Jakarta: Segala sesuatu yang berlebihan dapat berdampak tak baik, termasuk jika terlalu banyak air masuk dalam tubuh.

Beberapa orang terbiasa minum air meskipun tak haus. Padahal, asupan air yang di luar batas juga tak baik. Mengapa demikian? Berikut beberapa dampak buruk akibat kelebihan minum air putih.

1. Hiponatremia
Hiponatremia adalah penurunan kadar natrium di bawah 136 mmol/liter serum darah, yang merupakan hasil dari overhidrasi. Mempertahankan keseimbangan natrium yang sehat dalam tubuh adalah penting untuk fungsi efisien beberapa organ.

Dengan kejatuhan kadar natrium serum yang tajam dalam tubuh karena terlalu banyak minum air, akan muncul beberapa gejala seperti merasa mual, kehilangan arah, lelah, dan sakit kepala. Lebih buruk lagi, itu bisa berakibat fatal dalam kasus yang parah.

2. Picu kerusakan jaringan
Dengan tingkat natrium yang menurun, air memasuki sel-sel tubuh melalui proses alami osmosis, sehingga terjadi pembengkan, termasuk yang ada di otak. Akibatnya, dapat terjadi kerusakan parah pada jaringan otot, organ dan bahkan otak.

Bahkan, pembengkakan tersebut dapat menyebabkan gangguan bicara, disorientasi, ketidakstabilan berjalan, psikosis dan bahkan kematian.

3. Hipokalemia
Overhidrasi karena minum air yang berlebihan dapat menurunkan ion kalium dalam tubuh dan menyebabkan kondisi yang disebut hipokalemia. Sebuah studi menunjukkan bahwa bahkan perubahan 1 persen dalam distribusi ion kalium dapat menyebabkan 50 persen perubahan dalam distribusi ion kalium plasma. Perubahan mencolok ini dapat menyebabkan diare berat dan berkeringat terus menerus.

4. Menekan jantung
Terlalu banyak asupan air meningkatkan volume darah dalam tubuh sehingga memberikan banyak tekanan pada jantung dan pembuluh darah. Hal itu dapat menghambat sirkulasi darah dan pada kasus yang parah, jantung mungkin berhenti berfungsi.

Ginjal pun terkena imbasnya karena bekerja lembut untuk mempertahankan keseimbangan dalam tubuh.

 


(ELG)