Menkes Imbau Pelayanan Preventif dan Promotif Kesehatan Diutamakan

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 29 Nov 2017 20:19 WIB
jkn
Menkes Imbau Pelayanan Preventif dan Promotif Kesehatan Diutamakan
Menkes Nila Moeloek bersama perwakilan The Elders (Foto: Sri Yanti Nainggolan)

Jakarta: Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dicanangkan sejak 2014 telah digunakan oleh 71 persen penduduk Indonesia hingga saat ini. Berdasarkan evaluasi, ternyata pelayanan kesehatan kuratif paling mendominasi anggaran JKN.

"Kami bisa melihat bahwa pelayanan kuratif masih tinggi yang didominasi penyakit tak menular seperti ginjal, hipertensi, dan sebagainya," ujar Nila dalam konfrensi pers di Puskesmas Kebon Jeruk, Rabu, 29 November 2017.

Oleh karena itu, ia menyarankan agar premenary healthcare seperti Puskesmas harus menjadi fokus utama untuk dikuatkan kedepannya.

Puskesmas diharapkan dapat menjadi garda depan untuk membantu masyarakat yang sakit, selain melakukan program preventif dan promotif yang sejatinya menjadi tujuan pelayanan utama.

Program lain dari Puskesmas untuk mengencarkan kedua hal tersebut adalah pendekatan keluarga.

Di Jakarta sendiri, program 'Ketok Pintu Layani dengan Hati' telah dipraktikkan dan mendapat hasil positif dari masyarakat.

"Kita harap bisa terjadi pergeseran dari pelayanan kuratif menjadi preventif dan promotif," tukas Nila.




(DEV)